pasang banner iklan 728x90
bo

Ketika Kementerian Agama Berupaya Menyelamatkan Bumi dengan Cara Paling Beriman

Rosadi Jamani (Ketua Satupena Kalbar)
Sumber foto kemenag
banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia, Kalimantan Barat, 24 April 2025 – Pada tanggal 22 April 2025 dunia masih menghadapi krisis iklim yang serius, dengan es kutub yang mencair secepat saldo dompet di akhir bulan, sementara manusia terus membuang plastik sambil mengeluh ketika hujan turun saat mencuci motor. Namun, di tengah kekacauan itu, ada sebuah institusi yang berdiri kokoh tidak hanya di atas prinsip akidah, tetapi juga di bawah naungan pepohonan, dengan cangkul di tangan. Ya, inilah Kementerian Agama Republik Indonesia. Lembaga yang biasanya kita ketahui berkaitan dengan pernikahan, madrasah, haji, dan sidang isbat, kini bertransformasi menjadi Pasukan Hijau Tuhan melalui Gerakan Penanaman Sejuta Pohon Matoa.

Jangan salah sangka, ini bukan sekadar kampanye menanam yang hanya berakhir dengan foto-foto dan bibit yang ditinggalkan. Ini adalah aksi nyata yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, berlandaskan iman. Lebih dari 43. 000 lembaga di bawah Kemenag, termasuk madrasah dan Kantor Urusan Agama, serta tempat-tempat ibadah dari Sabang hingga Merauke, turut terlibat. Bahkan, guru ngaji yang biasanya berfokus pada pendidikan anak-anak kini berubah menjadi ahli botani yang penuh semangat.

Lantas, mengapa Matoa? Pertama, karena nilai ekologisnya yang tinggi. Matoa mampu bertahan di berbagai jenis tanah dan iklim, tidak membutuhkan perawatan yang intensif, dan memiliki sifat yang kuat serta menyejukkan. Kedua, buahnya yang bermanfaat secara ekonomi, kaya akan vitamin dan antioksidan yang membuatnya bisa bersaing dengan superfood dari luar negeri. Ketiga, ada makna mendalam di balik pertumbuhannya yang lambat namun pasti, membawa keteduhan seperti doa-doa para pemeluk agama yang disampaikan dengan tulus.

Keempat, yang paling menyentuh hati, adalah bahwa penanaman pohon ini merupakan bagian dari program ekoteologi, yang menggabungkan kesadaran ekologis dengan nilai-nilai religius. Bayangkan, menanam pohon bukan sekadar aksi sosial atau proyek lingkungan, tetapi menjadi bagian dari ibadah. Setiap kali kita mencangkul tanah, kita juga berzikir; ketika kita menyiram bibit, kita sambil bershalawat. Ini bukan hanya tentang bumi yang membutuhkan manusia, tetapi juga tentang manusia yang menyadari bahwa untuk masuk surga, tidak cukup hanya hafal doa, tetapi juga harus berkontribusi seperti menanam pohon.

Beberapa kantor wilayah Kemenag bahkan melaporkan pencapaian yang mengesankan: Kemenag Sumsel menanam 5. 645 pohon, dan Kemenag Batang menanam 1. 000 pohon. Di Kalimantan Barat, daerah saya, kami berhasil menanam 9. 776 pohon Matoa, ditambah dengan jenis pohon lainnya, sehingga totalnya mencapai 32. 456 batang. Salut untuk Pak Muhajirin Yanis dan tim Pasukan Hijau yang luar biasa.

Ada madrasah yang kini menjadikan Matoa sebagai simbol baru dalam pelajaran akidah dan akhlak. Beberapa santri bahkan memiliki tugas harian untuk mengaji, menyiram Matoa, serta memeriksa daun-daunnya, apakah menguning karena diserang hama atau karena kurangnya perhatian spiritual.
Tidak lupa, seluruh program ini dilaksanakan tanpa mengesampingkan nilai-nilai agama; kita tetap menjunjung tinggi kitab suci. Bahkan, tokoh-tokoh dari berbagai denominasi agama terlibat aktif dalam gerakan ini. Karena jika bumi kita rusak, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu umat beragama saja, melainkan semua akan merasakan hujan di musim kemarau dan panasnya malam takbiran.

Sementara banyak orang masih sibuk berdebat mengenai apakah kiamat akan datang melalui asteroid atau inflasi, Kementerian Agama telah mengambil langkah nyata dengan menanam pohon yang hasilnya bisa dinikmati oleh generasi cucu kita, dan akarnya menancap hingga ke langit harapan.

Gerakan ini tidak sekadar berbicara tentang penghijauan. Ini adalah manifestasi dari iman yang bertanggung jawab. Menyayangi bumi bukanlah tugas yang hanya diemban LSM, bukan pula proyek mahasiswa geografi atau kehutanan, tetapi merupakan bagian dari ajaran agama yang sesungguhnya. Maka hari ini, kita tidak hanya melihat cangkul, tanah, dan bibit, tetapi juga keyakinan yang tumbuh.

Salam hormat kepada Kementerian Agama. Di saat banyak yang sibuk memperdebatkan siapa yang paling benar, kalian telah memilih untuk menanam hal yang benar. Dari tanah yang digali dengan penuh cinta, akan tumbuh pohon Matoa yang bukan hanya rindang, tetapi juga berbuah pahala.

Rosadi Jamani (Ketua Satupena Kalbar)

(Editor: Hasanudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam