pasang banner iklan 728x90
bo

Warga Gugat Pasal UU Lagu Kebangsaan ke Mahkamah Konstitusi

banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia, JAKARTA, 28 Januari 2026 — Dua warga negara melalui kuasa hukumnya, Nana Turyana, S.H.
dari Kantor Hukum Permata Keadilan mengajukan uji materiil terhadap sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan (UU 24/2009) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Permohonan terdaftar sebagai Perkara Nomor 35/PUU-XXIV/2026 dan mulai diperiksa di ruang sidang MK pada Rabu pagi ini.

Kronologi Gugatan

Pemohon yang berprofesi sebagai karyawan swasta, Setyo Waluyo dan Pungki Harmoko, mengaku aktif menyosialisasikan lagu Indonesia Raya dalam versi tiga stanza — format lagu kebangsaan yang lebih panjang daripada versi satu stanza yang selama ini lazim dinyanyikan di berbagai upacara.

Namun, upaya mereka kerap mendapat kritik keras dan serangan dari netizen karena dianggap “mengubah” lagu kebangsaan.

Pasal yang Digugat

Dalam permohonannya, kedua pemohon menantang tiga ketentuan dalam UU 24/2009, yaitu:

Pasal 60 ayat (2) — mengatur cara menyanyikan Indonesia Raya yang diiringi musik;

Pasal 60 ayat (3) — mengatur cara menyanyikan lagu tanpa musik;

Pasal 61 — ketentuan terkait pengulangan stanza kedua dan ketiga apabila lagu dinyanyikan lengkap tiga stanza.

Menurut pemohon, praktik umum di masyarakat selama ini — yakni hanya menyanyikan satu stanza — menunjukkan adanya kebiasaan yang kuat sehingga norma dalam UU tersebut dianggap bertentangan dengan Pasal 32 ayat (1) UUD 1945 yang menjamin penghormatan terhadap bahasa, simbol, dan lagu kebangsaan. Mereka meminta MK menyatakan pasal-pasal tersebut tidak memiliki kekuatan hukum mengikat karena telah menimbulkan kebingungan dan multitafsir di masyarakat.

Argumen Pemohon

Kuasa hukum pemohon, Nana Turyana, menyatakan bahwa sebenarnya versi tiga stanza dari Indonesia Raya adalah bentuk asli dan budaya yang seharusnya dilestarikan. Namun, kebiasaan menyanyikan lagu dalam versi satu stanza telah mengakar kuat sehingga masyarakat menganggap penggunaan tiga stanza sebagai sesuatu yang tidak lazim.

Proses Sidang dan Tanggapan MK

Majelis Panel Hakim dipimpin oleh Wakil Ketua MK, Saldi Isra, didampingi hakim lainnya Ridwan Mansyur dan Arsul Sani. Dalam sidang pemeriksaan pendahuluan, hakim menyatakan bahwa permohonan tersebut masih perlu dilengkapi dari sisi formil, karena penulisan dan struktur petitum dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Tata Beracara di Mahkamah Konstitusi.

Hakim Ridwan Mansyur menegaskan bahwa para pemohon harus memperbaiki dokumen permohonan sesuai Peraturan MK Nomor 7 Tahun 2025. Sementara itu, menurut Saldi Isra, pemohon diberi kesempatan 14 hari untuk memperbaiki dokumen permohonan, baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy, yang harus diterima paling lambat 10 Februari 2026 pukul 12.00 WIB.

Implikasi Gugatan

Kasus ini menjadi bagian dari perhatian publik terhadap bagaimana lagu kebangsaan diposisikan secara hukum, termasuk penggunaan ritual nasional yang lebih autentik versus praktik yang telah berkembang di masyarakat luas. Keputusan MK nantinya berpotensi menjadi acuan hukum baru dalam pelaksanaan penghormatan terhadap simbol negara, terutama Indonesia Raya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam