Inpopedia, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek selama dua hari ke depan, Minggu–Senin (1–2 Februari 2026). Sejumlah daerah diprakirakan akan diguyur hujan berintensitas sedang hingga lebat, yang berisiko menimbulkan dampak hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada siang hingga malam hari, ketika hujan diperkirakan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat.
Pada Minggu (1/2), BMKG menetapkan level Siaga di beberapa wilayah Jakarta, yakni Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur, seiring potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu banjir dan gangguan aktivitas warga.
Sementara itu, wilayah lain seperti Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Bekasi, Bogor, dan Depok berada pada status Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat. BMKG memastikan tidak ada daerah di Jabodetabek yang masuk kategori Awas, serta tidak terdapat peringatan angin kencang pada hari tersebut.
Memasuki Senin (2/2), potensi hujan diprakirakan merata di hampir seluruh wilayah Jabodetabek, termasuk Kepulauan Seribu. Seluruh daerah berada pada level Waspada, tanpa adanya wilayah yang ditetapkan dalam kategori Siaga maupun Awas. BMKG juga tidak mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk hari Senin.
BMKG menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi menimbulkan berbagai dampak, seperti genangan air di permukiman dan ruas jalan, kenaikan debit sungai, serta hambatan lalu lintas dan aktivitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan padat penduduk.
Wilayah yang sempat berada pada level Siaga memiliki risiko dampak yang lebih besar, termasuk kemungkinan banjir yang dapat memengaruhi layanan publik dan infrastruktur, terutama apabila hujan berlangsung lama atau terjadi secara berulang.
BMKG mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan bantaran sungai agar meningkatkan kesiapsiagaan serta terus memantau kondisi lingkungan. Pemerintah daerah juga diminta memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik guna mengantisipasi curah hujan tinggi.
Masyarakat disarankan untuk membatasi aktivitas luar ruangan saat cuaca memburuk dan rutin memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web, aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi, serta layanan Call Center 196.

















