banner 728x180
Daerah  

Bupati Daeng Manye Naikkan Insentif Guru Mengaji Jadi Rp600 Ribu, Fondasi Peradaban Takalar Dimulai dari Masjid

banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia, Takalar
Momentum Ramadan 1447 H/2026 M dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Takalar untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan.

Bupati Takalar, Daeng Manye mengumumkan kenaikan insentif bagi para guru mengaji menjadi Rp600 ribu per bulan.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama para pembina guru mengaji se-Kabupaten Takalar yang berlangsung di Masjid Agung Takalar, Rabu (4/3/2026).

Acara ini dihadiri ratusan guru mengaji, tokoh agama, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar. Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Daeng Manye menegaskan bahwa peran guru mengaji sangat penting dalam membangun karakter masyarakat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus memperkuat pondasi moral dan spiritual masyarakat.

“Guru mengaji adalah arsitek peradaban. Dari tangan mereka lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan matang secara moral,” ujar Daeng Manye.

Ia menilai, pendidikan Al-Qur’an yang diajarkan para guru mengaji merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

“Jika kita ingin membangun Takalar yang kuat dan beradab, maka investasi terbesar harus dimulai dari pendidikan akhlak dan nilai-nilai Al-Qur’an. Guru mengaji adalah penjaga moral masyarakat sekaligus pembentuk karakter generasi penerus,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Daeng Manye juga mengajak para orang tua agar lebih aktif mendorong anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan keagamaan di masjid dan surau, khususnya selama bulan Ramadan.

Menurutnya, Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah, tetapi juga sarana pendidikan sosial yang efektif untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap Alquran.

“Ramadan adalah sekolah kehidupan. Dari masjid kita membentuk generasi yang bukan hanya pintar, tetapi juga berintegritas dan berakhlak,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para guru mengaji, Pemerintah Kabupaten Takalar resmi menaikkan insentif mereka dari Rp500.000 menjadi Rp600.000 per bulan.

“Kenaikan ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi wujud penghormatan pemerintah daerah atas pengabdian para guru mengaji yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membina generasi Qur’ani di Takalar,” jelasnya.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat semakin memotivasi para guru mengaji untuk terus menjalankan peran strategis dalam membangun masyarakat Takalar yang religius, berkarakter, dan berperadaban.

“Jika kita ingin melihat masa depan Takalar yang lebih baik, maka jawabannya ada pada generasi muda yang hari ini sedang belajar Al-Qur’an di masjid-masjid,” tutup Daeng Manye.***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *