Inpopedia, Takalar – 1 April 2026
Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Takalar, Daeng Manye, terus mendorong pengembangan UMKM serta peningkatan kedisiplinan ASN di lingkup daerah.
Sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi UMKM menuju pasar global, Pemerintah Kabupaten Takalar menunjuk Liaison Officer (LO) kerja sama Takalar–China. Langkah ini bertujuan untuk mendorong produk lokal menembus pasar internasional, khususnya China.
Penunjukan tersebut dilakukan dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Takalar, Rabu (1/4/2026), yang dipimpin langsung oleh Bupati Takalar dan didampingi Sekretaris Daerah Takalar, Muhammad Hasbi.
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa Takalar merupakan daerah yang kaya akan potensi sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kita memiliki komoditas unggulan seperti lawi-lawi (anggur laut) yang bernilai ekonomi tinggi, namun belum dikelola secara maksimal. Dengan penunjukan Dr. (H.C) Jenny Widjaja sebagai Liaison Officer yang juga merupakan Ketua Umum DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia periode 2025–2030, diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi dan koordinasi dengan pihak China,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya pola pikir kritis dan wawasan luas dalam pengembangan UMKM, khususnya di sektor perikanan, pertanian, dan perdagangan.
Selain lawi-lawi, komoditas kelapa juga menjadi perhatian utama. Kelapa dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, mulai dari sabut, tempurung, air, hingga daging kelapa yang berpotensi ekspor.
Tak hanya itu, produk cakar ayam juga disebut memiliki permintaan tinggi di pasar China dan menjadi peluang yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dikelola secara serius, dengan fokus pada penguatan UMKM berbasis sumber daya alam agar mampu go digital dan menembus pasar internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Jenny Widjaja menyampaikan komitmennya dalam menjalankan peran sebagai LO kerja sama Takalar–China.
Ia menyatakan akan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi potensi daerah serta melakukan pembinaan UMKM sebagai langkah awal.
“Peningkatan kualitas produk, mulai dari kebersihan, higienitas, hingga kemasan, menjadi prioritas utama agar mampu bersaing di pasar global,” jelasnya.
Jenny juga mengungkapkan rencana kunjungan ke China pada 9 April 2026 untuk mempertemukan pelaku usaha Takalar dengan investor dan buyer potensial dalam skema business to business (B2B).
Ia optimistis potensi hasil laut Takalar yang melimpah memiliki peluang besar untuk menembus pasar ekspor.
Menurutnya, kerja sama ini akan membuka akses yang lebih luas bagi produk lokal serta memperkuat daya saing daerah di kancah internasional.
Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan sekaligus menjadikan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi yang berdaya saing global.
















