banner 970x250
Daerah  

Pentas Seni RW 09 Desa Jayamulya Meriahkan HUT ke-80 RI

banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia, Bekasi – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 terasa begitu hangat di lingkungan RW 09 Desa Jayamulya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Warga dari empat RT yang tergabung di wilayah RW 09 bersatu dalam sebuah gelaran pentas seni, Sabtu (31/8).

Acara ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang ekspresi bagi warga dan generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme.

Ketua RT 02 RW 09, Ahmad Ardiansyah, menjelaskan bahwa pentas seni ini digelar dengan tujuan utama untuk memeriahkan HUT ke-80 RI serta mempererat tali persaudaraan antarwarga.

“Karena ini skala RW, kami ingin menyatukan seluruh RT agar rukun, guyub, dan kompak. Selain itu, kami ingin menumbuhkan jati diri anak-anak bangsa agar memahami makna kemerdekaan,” ujar Rt Ahmad.

Menurutnya, di tengah perkembangan zaman, banyak perayaan kemerdekaan yang lebih dominan diisi hiburan musik populer. RW 09 berupaya berbeda dengan menekankan nilai edukasi melalui seni budaya, puisi, dan drama kemerdekaan. Hal ini bertujuan agar generasi muda tidak hanya terhibur, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang perjuangan bangsa.

Pentas seni RW 09 menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari pembacaan puisi, pementasan drama bertema kemerdekaan, hingga kreativitas anak-anak dalam bentuk tari tradisional dan musik. Adik farah, salah satu pelajar yang tampil, mengaku bangga bisa berpartisipasi.

“Saya ingin memberi pesan ke teman-teman seusia saya: jangan takut memulai langkah baru. Dari sini, kita bisa belajar bahwa kreativitas bisa memberi nilai positif, bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk lingkungan,” katanya.

Selain anak-anak, para pemuda dan ibu-ibu PKK juga turut ambil bagian. Ketua PKK RW 09, Ibu Indri, mengatakan peran ibu-ibu sangat penting dalam mempersiapkan acara.

“Kami bersama-sama mempersiapkan konsumsi, dekorasi, dan juga mendukung anak-anak tampil. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Salah satu tantangan terbesar panitia adalah soal pendanaan. Ahmad Ardiansyah menegaskan bahwa seluruh biaya berasal dari swadaya masyarakat.

“Tidak ada bantuan dari negara, jadi semua murni gotong royong. Warga memberi sumbangan seikhlasnya. Justru dari situ terlihat semangat kebersamaan yang luar biasa,” katanya.

Seorang warga, pak Alvian, menyampaikan apresiasinya terhadap panitia. Ia menilai kegiatan ini memberi dampak positif bagi anak-anak maupun orang tua.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Anak-anak jadi punya panggung untuk berkreasi, sementara orang tua bisa ikut terhibur dan bangga melihat karya mereka,” ucapnya.
Harapan ke Depan

Ketua RW David berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin berkembang setiap tahunnya.

“Kami ingin setiap peringatan HUT RI menjadi momentum seluruh warga Indonesia, khususnya anak-anak muda, untuk tergerak hatinya. Jangan hanya sekadar merayakan, tapi juga memahami makna perjuangan. Harapan kami, generasi penerus bisa lebih mencintai bangsanya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Indri dari PKK. Ia berharap pentas seni menjadi sarana pembinaan mental anak-anak.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa percaya diri dan rasa cinta tanah air sejak dini,” tuturnya.

Pentas seni RW 09 bukanlah acara baru. Sejak awal berdirinya perumahan Grand Vista Cikarang, kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Bahkan, sebelum struktur RT/RW terbentuk, warga sudah terbiasa mengadakan kegiatan serupa.

Dari tahun ke tahun, kualitas acara mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya warga yang terlibat, baik sebagai peserta, penonton, maupun panitia.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan. Ini berkat kekompakan warga,” ujar David.

Bagi para penonton, pentas seni ini memberikan hiburan sekaligus kebanggaan. Salah seorang warga, yang enggan disebut namanya, menyebut acara ini lebih bernilai karena menghadirkan unsur edukasi.

Sementara itu, anak-anak dan remaja merasa memiliki ruang untuk berekspresi. Mereka belajar tampil di depan umum, bekerja sama dalam tim, sekaligus memahami arti perjuangan melalui seni.

Pentas seni RW 09 Desa Jayamulya membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya sebatas lomba atau hiburan musik. Dengan kreativitas dan semangat gotong royong, warga bisa menghadirkan acara yang sarat makna.

Melalui seni budaya, nilai nasionalisme dapat ditanamkan pada generasi muda

Pentas seni bukan hanya perayaan tahunan, melainkan juga wadah pendidikan karakter, penguatan persaudaraan, dan penanaman cinta tanah air. (Son)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *