Inpopedia, Kota Bekasi – Diantara deretan kendaraan milik Polisi yang diamuk massa di Kantor Polsubsektor Jatiwaringin Polsek Pondokgede, sebuah pemandangan ganjil sekaligus menyentuh hati terjadi pada dini hari, Minggu, 31 Agustus 2025.
Sejumlah kendaraan dinas dan pribadi milik aparat porak poranda diamuk massa dalam kerusuhan di kawasan Jatiwaringin. Namun ada satu mobil yang tetap berdiri utuh, tanpa rusak, tanpa hancur, tanpa terbakar. Yang lebih mengejutkan, mobil itu terparkir berdekatan diantara kendaraan-kendaraan lain yang rusak diamuk massa.
Belakangan diketahui, mobil tersebut adalah milik seorang anggota polisi berpangkat perwira pertama yang dikenal luas di kalangan warga dan anak-anak yatim di kawasan Pondokgede Kota Bekasi. Inisialnya SR — sosok bersahaja yang lebih memilih dikenal karena tindakannya, bukan jabatannya.
Menurut F, salah satu sahabat SR, tak sedikit yang meyakini keselamatan mobil itu bukan karena kebetulan. “Alhamdulillah, mungkin ini berkah dari doa-doa anak yatim,” ujar F, menirukan ucapan SR saat mereka membahas kejadian itu.
SR dikenal sebagai sosok Bhayangkara yang kerap bersilaturahmi ke yayasan yatim piatu secara rutin, bukan sekadar membawa bantuan materi, tapi juga perhatian, kasih sayang, dan semangat hidup.
Ia kerap datang sendiri, menyapa satu per satu anak-anak, menanyakan kabar mereka, bahkan memberi motivasi dan wawasan kebangsaan.
“SR bukan hanya donatur, tapi juga motivator yang aktif. Beliau sering ikut salat Jumat bersama kami, memberikan tausiah, dan bahkan tak pernah bosan menjadi motivator bagi anak-anak kami,” kata salah satu pengurus yayasan di Pondokgede ini.
Atas dedikasinya, SR diangkat sebagai dewan penasihat/sesepuh yayasan dan beberapa waktu lalu mendapat penghargaan sebagai Tokoh Bhayangkara Peduli Sosial Kemanusiaan dari sebuah organisasi media lokal.
Kisah tentang mobil SR yang selamat dari amukan massa kini menjadi bahan perbincangan warga. Bagi banyak orang, ini bukan sekadar kebetulan, tapi simbol dari kekuatan kebaikan yang diam-diam bekerja di tengah dunia yang sering gaduh.
SR sendiri enggan menanggapi secara berlebihan. “Kalau memang ini berkat doa anak-anak yatim, saya hanya bisa bersyukur. Artinya, Tuhan menunjukkan bahwa kebaikan tak pernah sia-sia,” ujarnya singkat.
Di tengah sorotan tajam pada institusi kepolisian, kisah SR menjadi pengingat bahwa masih ada sosok-sosok anggota polisi yang baik yang mengabdi bukan hanya dengan seragam, tapi juga dengan hati.
Editor: M A Pamungkas