Inpopedia, Kota Bekasi – Dalam upaya meningkatkan keterampilan digital masyarakat, Yayasan Rindang Indonesia bekerja sama dengan Permaxart menggelar Mini Workshop Impactful Smart Excel pada Minggu, 31 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Serbaguna Masjid Al Wahab, Komplek Istana Yatim Rindang Indonesia, dan dihadiri oleh peserta dari lingkungan sekitar serta anak-anak binaan yayasan.
Workshop berdurasi tiga jam ini menghadirkan tiga pemateri profesional dari Permaxart, yaitu Hakim Asthra Yudhei, Heryadi, dan Pambudi Wisnu Adji.
Ketiganya telah memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam dunia Excel dan digital marketing.
Mengusung tema “Mengubah Data Menjadi Wawasan Berharga”, pelatihan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Permaxart untuk mendukung pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya di bidang pengelolaan data dan visualisasi melalui Microsoft Excel.
Dalam sesi interaktif yang penuh antusiasme, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik seperti data cleaning untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi analisis data. Materi lainnya mencakup strategi penyajian data, pentingnya visualisasi, serta peran Excel sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Salah satu pemateri, Hakim Asthra Yudhei—seorang trainer, konsultan slide makeover, sekaligus penulis buku—menyampaikan bahwa banyak orang menghindari Excel karena pengalaman kurang menyenangkan di masa sekolah.
“Padahal, Excel itu menyenangkan jika kita mengenalnya lebih dekat. Excel juga punya olimpiade internasional sendiri, loh!” ujar Hakim. “Tujuan kami hari ini adalah mengubah mindset bahwa Excel itu rumit. Justru Excel adalah alat yang sangat powerful untuk menganalisis dan mengolah data.”
Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia, M Adhie Pamungkas mengajak para generasi muda untuk memperkaya skill teknologi digital menghadapi era disruptif.
“Mari kita perkaya para generasi muda kita dengan skill teknologi digital agar mereka bisa adaptif terhadap perubahan zaman yang sangat disruptif ini,” katanya.
“Saya berharap mereka mampu menjadi agen perubahan yang positif di lingkungannya masing-masing,” ia menegaskan.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik langsung menggunakan laptop masing-masing. Diharapkan, pelatihan ini dapat membuka wawasan baru serta meningkatkan kemampuan peserta dalam menghadapi tantangan era digital yang serba berbasis data.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, Yayasan Rindang Indonesia dan Permaxart berharap dapat terus menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat melalui literasi digital dan teknologi yang aplikatif.***