Inpopedia, Takalar – Memasuki satu tahun kepemimpinan Daeng Manye sebagai Bupati Kabupaten Takalar, berbagai indikator pembangunan daerah menunjukkan tren yang positif. Data terbaru mencatat perbaikan di sektor ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pertanian.
Tingkat kemiskinan di Kabupaten Takalar tercatat menurun dari 7,75 persen pada 2024 menjadi 7,27 persen pada 2025. Sementara itu, kualitas hidup masyarakat yang tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 72,06 pada 2024 menjadi 72,79 pada 2025.
Di sektor kesehatan, Angka Harapan Hidup naik dari 73,69 tahun menjadi 74,08 tahun. Pada sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah (12,62 tahun) dan Rata-rata Lama Sekolah (7,84 tahun) juga mengalami peningkatan, menunjukkan membaiknya akses dan mutu pendidikan di daerah tersebut.
Dari sisi ekonomi masyarakat, pengeluaran riil per kapita meningkat dari Rp11,67 juta pada 2024 menjadi Rp12,01 juta pada 2025. Sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi daerah juga mencatat capaian signifikan dengan produksi padi meningkat 18,52 persen, dari 115,61 ribu ton menjadi 137,01 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG).
Pada aspek ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan dari 3,84 persen pada 2024 menjadi 3,76 persen pada 2025. Sementara itu, tingkat ketimpangan (Gini Rasio) menurun dari 0,385 menjadi 0,34, menandakan distribusi pendapatan masyarakat yang semakin merata.
Sementara pada indikator makro ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Takalar pada 2025 tercatat sebesar 4,34 persen dan meningkat menjadi 4,71 persen pada 2026, menjadikannya sebagai pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Bupati Takalar, Daeng Manye, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat.
“Alhamdulillah, data ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pembangunan yang kita jalankan mulai memberikan dampak nyata. Penurunan kemiskinan, peningkatan IPM, hingga pertumbuhan ekonomi yang terus membaik menjadi indikator bahwa Takalar berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Takalar akan terus memperkuat sektor-sektor produktif, khususnya pertanian, pendidikan, dan kesehatan, sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan.
“Ke depan, kami fokus menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil, memperluas lapangan kerja, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat Takalar,” tambahnya.
Dengan tren indikator pembangunan yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis mampu mempercepat pencapaian target pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

















