pasang banner iklan 728x90
bo

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

banner 120x600
banner 468x60

 

Inpopedia, Jakarta — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan hasil sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriyah yang telah digelar bersama berbagai pihak terkait. Sidang tersebut dihadiri oleh perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam, para ahli falak, lembaga pemerintah, serta unsur legislatif.

Dalam keterangannya, Menteri Agama menegaskan bahwa sidang isbat merupakan bentuk fasilitasi pemerintah dalam menentukan hari besar keagamaan umat Islam yang menyangkut kepentingan luas masyarakat. Selain itu, sidang ini juga menjadi sarana musyawarah guna menjaga persatuan umat dalam menentukan waktu pelaksanaan ibadah dan hari raya.

Turut hadir dalam sidang tersebut Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, para pakar ilmu falak dari perguruan tinggi keagamaan Islam, serta perwakilan dari BMKG, BRIN, Badan Informasi Geospasial, dan Planetarium Jakarta. Hadir pula tim hisab dan rukyat Kementerian Agama.

Rangkaian sidang diawali dengan seminar terbuka yang disiarkan melalui media sosial. Dalam seminar tersebut, dipaparkan prinsip dan metode penentuan awal bulan kamariah, termasuk diskusi panel mengenai hisab dan rukyat dari berbagai perspektif keilmuan.

Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal yang juga diterapkan di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Berdasarkan data hisab, posisi hilal pada hari pengamatan berada pada kisaran yang belum memenuhi kriteria tersebut.

Hasil pemantauan hilal yang dilakukan di 117 titik di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat di seluruh lokasi pengamatan. Data tersebut telah dikonfirmasi oleh tim rukyat di lapangan serta tim penerima laporan di pusat.

Berdasarkan hasil musyawarah yang mengacu pada data hisab dan rukyat tersebut, sidang isbat secara bulat menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.

Menteri Agama berharap keputusan ini dapat menjadi dasar kebersamaan umat Islam Indonesia dalam merayakan Idulfitri secara serentak. Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan momentum ini sebagai simbol persatuan dan kebersamaan bangsa.

Sidang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari Wakil Ketua Umum MUI serta perwakilan Komisi VIII DPR RI terkait pelaksanaan ibadah dan makna Idulfitri bagi masyarakat Indonesia.

Dengan penetapan ini, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat menyambut Hari Raya Idul fitri dengan penuh khidmat, kebersamaan, dan semangat persatuan. Rojakul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data