pasang banner iklan 728x90
bo
HUKUM  

Diduga Ada Kejanggalan Administratif, Pegawai Kementerian HAM Gugat Menteri HAM ke PTUN Jakarta

Sidang gugatan Ernie Nurheyanti terhadap Menteri HAM RI berlangsung di PTUN Jakarta.
banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia, Jakarta — Persidangan perkara Nomor 59/Pdt.G/2026/PTUN.JKT antara Ernie Nurheyanti sebagai penggugat melawan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia kembali digelar pada Rabu, 13 Mei 2026, dengan agenda pembuktian dari kedua belah pihak.

Dalam persidangan tersebut, kuasa hukum penggugat menyampaikan sejumlah pernyataan terkait bukti-bukti yang telah diajukan. Penggugat diketahui telah menyerahkan 42 dokumen bukti pada sidang sebelumnya tanggal 5 Mei 2026, serta tambahan empat bukti elektronik pada sidang 13 Mei 2026.

Salah satu pokok gugatan berkaitan dengan Surat Keputusan Menteri HAM Nomor MHA-14.KP.04.04 Tahun 2026 tertanggal 23 Januari 2026 tentang pengangkatan melalui perpindahan dari jabatan manajerial ke jabatan fungsional di lingkungan Kementerian HAM. Kuasa hukum penggugat menilai terdapat cacat administratif dalam dokumen tersebut karena adanya perbedaan penulisan nama penggugat.

Dalam dokumen yang diterima penggugat pada 28 Januari 2026, nama tertulis “Ernie Nurhayanti”, sementara data resmi kepegawaian disebutkan menggunakan nama “Ernie Nurheyanti”. Menurut pihak penggugat, kesalahan tersebut tidak pernah diperbaiki hingga saat ini.

Sidang gugatan Ernie Nurheyanti terhadap Menteri HAM RI berlangsung di PTUN Jakarta.

Kuasa hukum juga menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan surat keberatan kepada tergugat sejak 2 Februari 2026. Namun, hingga proses persidangan berlangsung, keberatan tersebut disebut belum mendapat tanggapan.

Dalam sidang pembuktian, penggugat juga mempersoalkan adanya dugaan dua Surat Keputusan asli dengan penulisan nama yang berbeda. Hal itu dinilai merugikan penggugat karena berkaitan dengan proses penurunan jabatan dari posisi manajerial menjadi pejabat fungsional madya.

Pihak penggugat menuding dokumen yang diajukan tergugat dalam persidangan berbeda dengan dokumen yang sebelumnya diterima penggugat. Mereka menilai kondisi tersebut berpotensi menyesatkan dan melanggar prinsip administrasi pemerintahan yang baik.

Selain itu, kuasa hukum penggugat meminta masyarakat ikut mengawal jalannya persidangan. Mereka berharap majelis hakim PTUN Jakarta dapat menilai secara objektif dugaan pelanggaran administrasi dan hak asasi yang disebut telah merugikan kliennya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Kementerian Hak Asasi Manusia terkait pernyataan yang disampaikan penggugat dalam persidangan tersebut.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Eksplorasi Ritme Permainan Berbasis Data Real-Time Menghadirkan Perspektif Segar dalam Dunia Gaming Interaktif
Evaluasi Matematis Pola Distribusi Simbol Mahjong Ways Dalam Ekosistem Kombinasi Dengan Variasi Nonlinier
Investigasi Pola Adaptif Grid Mahjong Ways Dalam Menghasilkan Distribusi Simbol Dengan Struktur Variatif
Studi Komputasional Dinamika Interaksi Reel Mahjong Ways 3 Menggunakan Kerangka Sistem Stokastik Berkelanjutan
Adopsi Teknologi Machine Learning Menghadirkan Tren Baru dalam Pengembangan Sistem Game Interaktif Modern
Inovasi Visual dan Algoritma Dinamis Menghadirkan Dimensi Pengalaman Baru pada Platform Gaming Masa Kini
Kajian Probabilistik Ragam Kombinasi Mahjong Ways 2 Menggunakan Model Distribusi Interaktif Multilevel
Metode Statistik Adaptif Kini Menjadi Kunci Memahami Pergeseran Ekosistem Game Digital Modern
Evolusi Sistem Interaktif Masa Kini Membentuk Cara Baru Pengguna Memahami Dinamika Digital Harian
Studi Perilaku Digital Terkini Mengungkap Pergeseran Strategi Pengguna dalam Ekosistem Interaktif Modern