Inpopedia, Sukabumi – Di jalur penghubung Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menuju Bayah, Banten, terdapat sebuah titik perhentian favorit para pelancong yang dikenal sebagai Puncak Habibie.
Dari lokasi ini, hamparan Samudra Hindia berpadu dengan perbukitan hijau, menciptakan panorama yang menjadi salah satu ikon wisata alam di kawasan selatan Pulau Jawa.
Meski kerap dikaitkan dengan wilayah Banten karena letaknya yang sangat dekat dengan perbatasan, secara administratif Puncak Habibie berada di Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Lokasinya berada di jalur nasional yang menghubungkan Sukabumi dengan Kabupaten Lebak, Banten, sehingga menjadi tempat singgah favorit wisatawan yang menuju kawasan Sawarna maupun Geopark Ciletuh.
Dulu bernama Puncak Kembang
Tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum dikenal sebagai Puncak Habibie, kawasan ini bernama Puncak Kembang.
Nama tersebut berubah sekitar tahun 1990 ketika Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN)—kini dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia—membangun fasilitas radar dan instalasi teknologi di kawasan tersebut atas prakarsa B. J. Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.
Keberadaan fasilitas tersebut membuat masyarakat setempat mulai menyebut kawasan itu sebagai Puncak Habibie. Nama tersebut kemudian melekat hingga sekarang dan menjadi identitas wisata yang dikenal luas.
Kontur Alam yang Menantang
Puncak Habibie berada pada ketinggian sekitar 380 meter di atas permukaan laut. Jalan menuju lokasi memiliki karakter khas pegunungan pesisir berupa:
tanjakan panjang, tikungan tajam, lereng curam, serta jalur berkelok mengikuti kontur bukit.
Karakter jalan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang memanjakan mata dengan pemandangan laut dan perbukitan di setiap tikungan.
Keistimewaan Puncak Habibie terletak pada perpaduan bentang alam pesisir dan pegunungan. Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati panorama 360 derajat berupa: hamparan Samudra Hindia, deretan perbukitan hijau, garis pantai selatan, serta langit luas yang menjadi lokasi favorit menikmati matahari terbit maupun terbenam.
Kabut tipis yang kerap menyelimuti bukit pada pagi dan sore hari memberikan suasana dramatis sehingga kawasan ini menjadi destinasi favorit fotografer, pesepeda motor, hingga pemburu lanskap alam.
Di kawasan ini masih terdapat instalasi radar dan fasilitas yang dahulu digunakan untuk kepentingan penelitian dan pengujian teknologi penerbangan. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga pernah menjadi bagian dari pengembangan teknologi kedirgantaraan nasional pada era kepemimpinan B.J. Habibie.
Potensi Wisata Perbatasan
Posisinya yang berada di gerbang perbatasan Jawa Barat dan Banten menjadikan Puncak Habibie sebagai titik strategis bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi di pesisir selatan, seperti Pantai Cikembang, kawasan Cisolok, hingga Pantai Sawarna di Kabupaten Lebak.
Perpaduan sejarah, teknologi, dan keindahan bentang alam menjadikan Puncak Habibie lebih dari sekadar tempat berfoto. Ia merupakan saksi bagaimana visi seorang ilmuwan besar Indonesia mampu meninggalkan jejak yang menyatu dengan lanskap alam, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat di kawasan perbatasan Sukabumi dan Banten.***
















