inpopedia,Jakarta Utara, 26 Juni 2026 – Krisis air bersih yang dialami warga RW 03, Kelurahan Sunter Jaya, akibat terputusnya pasokan air bersih selama proses normalisasi saluran air, mulai teratasi setelah dua mobil tangki air bersih dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Jumat (26/6).
Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan terhentinya aliran air bersih karena adanya pipa distribusi yang pecah saat pekerjaan normalisasi saluran berlangsung. Kondisi tersebut menyebabkan ratusan warga kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, memasak, hingga mencuci.
“Sudah tiga hari ini susah air. Saya belum mandi,” keluh Yanto, salah seorang warga yang terdampak.
Berbagai keluhan kemudian disampaikan masyarakat kepada pengurus RT setempat. Menindaklanjuti aspirasi warga, pengurus lingkungan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan air bersih dapat segera dipenuhi.
Salah satu upaya dilakukan dengan menghubungi Hj. Ida Mahmudah melalui sambungan telepon. Menanggapi laporan tersebut, Hj. Ida Mahmudah langsung menyatakan akan meneruskan permintaan bantuan kepada pihak PDAM.
“WA saja ke saya, Bu, nanti saya sampaikan ke PDAM agar segera dikirim air,” ujar Hj. Ida Mahmudah melalui sambungan telepon.
Respons cepat tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 16.00 WIB, dua mobil tangki PDAM tiba di lokasi dengan membawa pasokan air bersih yang langsung dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Kehadiran bantuan air bersih disambut antusias masyarakat yang telah tiga hari mengalami kesulitan air. Warga tampak mengantre secara tertib untuk mengambil air yang didistribusikan dari mobil tangki.
Ketua RT setempat menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan sehingga kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi.
“Terima kasih Ibu Ida Mahmudah yang telah membantu warga kami. Alhamdulillah, bantuan air bersih akhirnya datang sehingga masyarakat bisa kembali mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ketua RT.
Meski bantuan air bersih telah diterima, warga berharap perbaikan pipa yang rusak dapat segera diselesaikan sehingga distribusi air bersih melalui jaringan PDAM kembali normal. Mereka juga berharap proses normalisasi saluran yang bertujuan mengurangi risiko banjir dapat diselesaikan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan layanan utilitas bagi masyarakat.
Pewarta: SPG
















