Inpopedia, KUNINGAN – Panti Asuhan Gemah Ripah menggelar kegiatan Lebaran Yatim dalam rangka menyambut bulan Muharam di Jalan Gandasoli, Ragawacana RT 12/RW 05, Desa Gunungkeling, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan santunan kepada 33 anak binaan berupa perlengkapan sekolah, alat tulis, paket makanan, serta uang kadeudeuh. Acara berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan dan dihadiri oleh pengurus panti, para donatur, serta masyarakat sekitar.
Pembina Panti Asuhan Gemah Ripah, Misna Sutiana, S.Sos., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang bertepatan dengan bulan Muharam, yang dikenal sebagai salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dapat melaksanakan kegiatan Lebaran Yatim di bulan Muharam yang penuh berkah ini. Semoga santunan yang diberikan dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak binaan Panti Asuhan Gemah Ripah,” ujar Misna.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan sekolah seperti tas, alat tulis, paket makanan, serta uang santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan sosial tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para aghnia dan seluruh donatur yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materiil. Kepedulian mereka menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak binaan,” katanya.
Selain menyalurkan santunan, Panti Asuhan Gemah Ripah juga tengah menyiapkan berbagai program pemberdayaan bagi anak-anak asuh. Program tersebut bertujuan membekali mereka dengan keterampilan, kreativitas, serta kemandirian sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Kami akan terus mengembangkan program pemberdayaan agar anak-anak memiliki kreativitas, keterampilan, dan jiwa mandiri. Harapannya, keberadaan panti ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi anak-anak binaan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar,” pungkas Misna.
Peringatan Lebaran Yatim yang digelar setiap bulan Muharam menjadi momentum untuk menguatkan kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim sekaligus mengajak masyarakat terus berbagi kebahagiaan dengan mereka.
Jika diperlukan, berita ini juga dapat diolah menjadi versi 500–600 kata dengan gaya jurnalistik media nasional serta ditambahkan kutipan dari donatur atau tokoh masyarakat agar nilai beritanya lebih kuat.
















