Inpopedia, BEKASI – Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Bekasi menggelar Safari Dakwah Edisi Kedua di Masjid Al-Muslimun, Jalan Raya Hankam Bojong Nangka No. 2, RT 05/RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari program Safari Dakwah PD DMI Kota Bekasi yang menyasar 56 kelurahan di Kota Bekasi. Program ini mengusung tema “3M: Memakmurkan Masjid, Menguatkan Dakwah, dan Memberdayakan Umat”.
Safari Dakwah dilaksanakan melalui Departemen Dakwah dan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) PD DMI Kota Bekasi sebagai upaya memperkuat peran masjid dalam kegiatan dakwah, pembinaan umat, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara ulama, guru, tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat dalam mendukung kemakmuran masjid serta penguatan kehidupan keagamaan di Kota Bekasi.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Drs. KH. Saifuddin Siroj, mengatakan Safari Dakwah merupakan langkah DMI Kota Bekasi untuk mempererat hubungan emosional antara pengurus DMI tingkat kota, DMI kecamatan, dan para ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
Menurut Saifuddin, program tersebut menyasar pengurus DMI dan masjid-masjid yang tersebar di 56 kelurahan di Kota Bekasi. Ia menyebut terdapat sekitar 1.100 masjid di wilayah tersebut yang perlu mendapatkan dukungan dalam menjalankan fungsi pembinaan umat.
“Karena objek utama safari ini adalah DMI dan masjid-masjid, sekitar 56 kelurahan atau total kurang lebih 1.100 masjid di Kota Bekasi, pengurus masjid perlu didukung dan diapresiasi untuk membangun kesatuan jiwa dan ruh dalam membina umat,” katanya.
Saifuddin juga menyoroti tantangan umat Islam ke depan, terutama terkait persoalan akidah dan ekonomi. Menurutnya, metode dakwah perlu diperluas, tidak hanya melalui ceramah di mimbar atau bil-maqal, tetapi juga melalui tindakan nyata atau bil-hal.
Ia menjelaskan, dakwah secara nyata dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap fakir miskin, anak yatim piatu, dan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Selain itu, Saifuddin menyoroti tantangan literasi Al-Qur’an, khususnya masih adanya umat Islam yang belum mampu membaca Al-Qur’an. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama bagi ulama dan umara atau pemerintah.
Sementara itu, Ketua Panitia Safari Dakwah Edisi Kedua, H. Arifin Harahap, S.H., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan sinergi antara pengurus masjid, tokoh agama, serta masyarakat dalam memakmurkan masjid.
Menurut Arifin, Safari Dakwah diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mendorong para pengurus masjid meningkatkan peran masjid dalam kegiatan dakwah, pembinaan generasi muda, dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui kegiatan Safari Dakwah ini, kami berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara DMI, pengurus DKM, para ulama, dan masyarakat. Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Ketua Umum DMI Kota Bekasi, Dr. H. Jaja Jaelani, MM, mengatakan kegiatan Safari Dakwah berlangsung meriah dan menekankan pentingnya upaya memakmurkan masjid serta memperkuat sinergi antarmasjid.
Jaja juga memberikan motivasi kepada para pengurus masjid agar terus meningkatkan tata kelola masjid. Menurutnya, pengurus masjid memiliki amanah untuk menjaga akidah umat sekaligus memastikan masjid dapat menjalankan fungsinya secara optimal.
“Diharapkan generasi muda ke depan semakin terpaut hatinya untuk memakmurkan masjid dan menumbuhkan kecintaan terhadap masjid,” katanya.
Melalui program Safari Dakwah yang menyasar 56 kelurahan tersebut, PD DMI Kota Bekasi berharap koordinasi antara pengurus masjid, tokoh agama, ulama, dan masyarakat semakin kuat. Program ini juga diharapkan mendorong masjid menjadi pusat ibadah, dakwah, pembinaan umat, serta pemberdayaan masyarakat di Kota Bekasi.***
















