Inpopedia, KOTA BEKASI, 29 Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan perlombaan. Di tengah masyarakat, generasi muda menunjukkan cara lain untuk memaknai kemerdekaan: berkarya, berkreasi, dan membangun kebersamaan.
Semangat itulah yang terasa dalam Pentas Seni Semarak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang digelar para remaja RT 03/RW 19 Kelurahan Jatimakmur Kecamatan Pondok Gede tergabung dalam IREGA, pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Lapangan Bulutangkis RT 03/RW 19, Jatimakmur Pondok Gede Kota Bekasi.
Acara berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para ibu, serta anak-anak yang turut memberikan dukungan terhadap kreativitas generasi muda.
Sejak awal acara, suasana kebersamaan begitu terasa. Lapangan bulutangkis yang disulap menjadi ruang pertunjukan menjadi panggung ekspresi bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya”
Ketua RW 19, Ust. Sayadi, dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk tidak melupakan sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia.
Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat hari ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang harus dijaga dan diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kita harus selalu mengingat sejarah. Begitu berat perjuangan para pahlawan dalam memerdekakan Indonesia. Karena itu, hari ini tugas kita bukan lagi berperang melawan penjajah, tetapi mengisi kemerdekaan dengan karya, kepedulian, persatuan, dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ust. Sayadi.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus mengambil peran dalam membangun lingkungan melalui kegiatan-kegiatan positif, kreatif, dan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Sayadi juga menyampaikan pentingnya kepedulian warga terhadap lingkungan. Ia mengajak masyarakat melaksanakan instruksi Wali Kota agar setiap RW membuat minimal 100 lubang biopori sebagai langkah bersama menghadapi datangnya musim hujan dan mengantisipasi potensi banjir di lingkungan RW 19.
“Mari kita bersama-sama membuat minimal 100 biopori di wilayah RW 19. Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Kalau dilakukan bersama-sama, langkah sederhana ini insya Allah akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tutur Ust. Sayadi.
Menutup sambutannya, Ketua RW 19 tersebut langsung memimpin doa bersama. Seluruh warga yang hadir dengan khusyuk memanjatkan doa untuk keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
Memasuki acara inti, panggung pentas seni semakin meriah dengan berbagai penampilan anak-anak muda RT 03/RW 19. Beragam kreativitas ditampilkan, mulai dari tari kreasi hingga dance modern.
Penampilan demi penampilan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Tepuk tangan dan sorakan penonton menjadi penyemangat bagi para penampil yang tampil penuh percaya diri.
Kemeriahan semakin terasa ketika Yayasan Rindang Indonesia mendapat kesempatan mengisi panggung dengan membawakan tarian Nandak Jantik khas Betawi.
Mengenakan busana tari yang indah, anak-anak Rindang Indonesia tampil penuh percaya diri. Gerakan yang dinamis, ekspresi ceria, dan kekompakan para penari berhasil mencuri perhatian para penonton.
Meski tampil di penghujung acara, penampilan anak-anak Rindang Indonesia justru mampu kembali membangkitkan suasana. Sorakan dan tepuk tangan penonton terdengar riuh mengiringi setiap gerakan hingga pertunjukan berakhir.
*Kolaborasi IREGA dan Rindang Indonesia Perkuat Harmoni Warga*
Penampilan anak-anak Rindang Indonesia kali ini merupakan salah satu dari rangkaian kebersamaan dan kolaborasi yang telah beberapa kali dilakukan bersama IREGA.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa membangun lingkungan yang harmonis dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk seni, kegiatan kepemudaan, sosial, dan ruang ekspresi bagi anak-anak.
Bagi anak-anak Rindang Indonesia, kesempatan tampil di tengah masyarakat menjadi ruang pembelajaran untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, mencintai seni dan budaya daerah, sekaligus memperluas persaudaraan.
Sementara bagi IREGA dan para remaja RT 03/RW 19, pentas seni menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi penggerak kegiatan positif di lingkungan masyarakat.
Pentas Seni Semarak Kemerdekaan RI ke-81 akhirnya bukan sekadar menjadi hiburan warga. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bertemunya semangat sejarah, kreativitas generasi muda, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan masyarakat.
Dari lapangan bulutangkis RT 03/RW 19, semangat kemerdekaan kembali digaungkan:
Sejarah dikenang, kemerdekaan diisi, persatuan dirawat, lingkungan dijaga, dan generasi muda terus diberi ruang untuk berkarya.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. 🇮🇩
M. Fauzi















