pasang banner iklan 728x90
bo

Kopontren ID Jadi Wadah Ketahanan Pangan, Ekonomi dan Digitalisasi Pesantren

banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia, Depok — Pesantren mulai didorong mengambil peran lebih besar dalam penguatan ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja. Di Depok, Jawa Barat, upaya itu diwujudkan melalui pengembangan budidaya sorgum, pelatihan keterampilan kerja bagi santri, dan penerapan sistem digital untuk pengelolaan pesantren.

Ketiga agenda tersebut menjadi bagian dari kegiatan Gerakan Satu Juta Santi Menanam Sorgum oleh Koperasi Pondok Pesantren Indonesia (Kopontren ID) yang berlangsung di Pesantren Al-Hikam, Depok, pada 19–20 Oktober 2026.

Pengembangan sorgum menjadi salah satu program yang mendapat perhatian. Komoditas ini akan dikembangkan melalui rangkaian kegiatan mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, hingga pengolahan menjadi produk bernilai tambah, seperti beras sorgum, tepung, dan makanan olahan.

Pada tahap awal, program tersebut melibatkan jejaring 10 wilayah pesantren sebagai percontohan. Melalui skema ini, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi konsumen bahan pangan, tetapi juga terlibat dalam proses produksi dan pengembangan usaha.

Sekretaris Jenderal Kopontren Indonesia, Bobby Arvian James, mengatakan penguatan ekonomi pesantren perlu ditopang oleh pemanfaatan potensi lokal dan pengembangan teknologi.

Menurut dia, pengembangan sorgum dapat membuka peluang usaha baru, termasuk pengolahan produk pangan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Namun, pengembangan komoditas tersebut membutuhkan lebih dari sekadar kegiatan penanaman. Ketersediaan benih, pendampingan budidaya, penguasaan teknologi pascapanen, serta kepastian pembeli menjadi faktor penting agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

Jika rantai produksi dapat dibangun dengan baik, kegiatan pertanian berbasis pesantren berpeluang Kopontren ID membangun ekosistem melibatkan santri, petani, koperasi, dan pelaku usaha di lingkungan sekitar.

*Menyiapkan santri memasuki pasar kerja*

Selain sektor pangan, Kopontren Indonesia mengembangkan program Pesantren Prakerja yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan santri agar dapat bersaing di pasar kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri.

Pelatihan kerja tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan keahlian peserta sesuai kebutuhan dunia usaha. Pelaksanaannya perlu ditopang kurikulum yang relevan, sertifikasi kompetensi, penguasaan bahasa, serta pemahaman mengenai prosedur penempatan tenaga kerja yang berlaku di negara tujuan.

Dengan persiapan tersebut, pendidikan pesantren diharapkan dapat memberikan bekal tambahan bagi santri yang ingin memasuki dunia kerja tanpa meninggalkan latar belakang pendidikan keagamaan mereka.

Program berikutnya adalah penerapan Sistem Pesantren Digital (Sitrendi). Sistem ini ditujukan untuk membantu pengelolaan administrasi, keuangan, jejaring bisnis koperasi, dan kegiatan pembelajaran.

Digitalisasi dinilai dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lembaga. Meski demikian, pemanfaatannya membutuhkan kesiapan pengelola, infrastruktur, dan pendampingan agar teknologi benar-benar menjawab kebutuhan pesantren.

*Menghubungkan pesantren dengan dunia usaha*

Kegiatan di Pesantren Al-Hikam juga mencakup pembahasan mengenai pengolahan dan hilirisasi sorgum, peluang energi baru dan terbarukan, peluang ekspor, serta pengembangan sistem digital pesantren.

Sejumlah pejabat pemerintah, pimpinan pesantren, akademisi, dan praktisi industri tercantum dalam daftar undangan kegiatan tersebut. Nama yang disebutkan antara lain Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Basnang Said, dan Wali Kota Depok Supian Suri. Kehadiran masing-masing pejabat perlu dikonfirmasi secara terpisah.

Pengembangan ekonomi pesantren melalui tiga program tersebut memperlihatkan upaya menghubungkan pendidikan, pertanian, keterampilan kerja, dan teknologi dalam satu ekosistem.

Tantangan utamanya adalah memastikan program memiliki keberlanjutan setelah kegiatan berlangsung. Indikator seperti peningkatan produksi, nilai penjualan produk, jumlah santri yang memperoleh sertifikasi keterampilan, penempatan kerja, serta jumlah pesantren yang aktif menggunakan sistem digital dapat menjadi tolok ukur keberhasilan.

Dengan ukuran yang jelas, pengembangan ekonomi pesantren tidak berhenti sebagai agenda kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi model pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi santri dan masyarakat.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam