Inpopedia, TAKALAR – Kepedulian terhadap akses pendidikan diwujudkan Kepala SMKS YAPTA Takalar, H. Muh. Hamka, melalui program SI ANJAS (Siap Antar Jemput Anak Sekolah Gratis). Program yang digagas oleh sekolah swasta ini menyediakan layanan transportasi gratis bagi pelajar di Kabupaten Takalar agar dapat berangkat dan pulang sekolah dengan aman serta tepat waktu.
Program SI ANJAS lahir dari keprihatinan terhadap masih adanya siswa yang terlambat bahkan berisiko tidak masuk sekolah akibat keterbatasan transportasi. Melalui pemanfaatan kendaraan operasional sekolah, H. Muh. Hamka berinisiatif menghadirkan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelajar, tanpa membedakan asal sekolah.
Tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SMKS YAPTA Takalar, layanan ini juga terbuka bagi anak-anak TK, SD, SMP, hingga SMA dari sekolah mana pun selama kapasitas kendaraan masih tersedia.
Saat ini SI ANJAS melayani dua rute utama. Rute I berangkat pukul 06.15 WITA dari Paria Lau melalui Jalan Poros Pattallassang menuju Kota Takalar. Sementara Rute II berangkat pukul 07.00 WITA dari Canrego, tepatnya di depan Polsek atau Kantor BRI Canrego.
Pelajar yang bersekolah di SMA PGRI Takalar, SMA Ranggong, SMA Negeri 1 Takalar, SMA Negeri 2 Takalar, SMA Negeri 3 Takalar, SMP Negeri 2 Takalar, maupun sekolah lain yang berada di jalur tersebut juga diantar hingga ke depan sekolah masing-masing.
Kepala SMKS YAPTA Takalar, H. Muh. Hamka, mengatakan ide SI ANJAS muncul dari keyakinannya bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa terhambat persoalan transportasi.
“Kami melihat masih ada anak-anak yang terlambat, bahkan ada yang kesulitan berangkat ke sekolah karena tidak ada kendaraan. Dari situ saya berpikir, mengapa mobil sekolah tidak dimanfaatkan untuk membantu mereka. Selama masih ada kursi kosong, siapa pun anak sekolah boleh naik, tanpa dipungut biaya,” ujar H. Muh. Hamka.
Menurutnya, sekolah swasta juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah, bukan hanya melalui proses belajar mengajar, tetapi juga dengan menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sekolah swasta tidak hanya fokus pada peserta didiknya sendiri, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Program SI ANJAS murni bentuk pengabdian. Tidak ada kepentingan lain selain membantu anak-anak agar bisa sekolah tepat waktu dan memperoleh hak pendidikannya,” katanya.
Ia menambahkan, demi menjaga privasi dan keamanan siswa, pihak sekolah sengaja tidak mengambil maupun mempublikasikan foto anak-anak yang menggunakan layanan SI ANJAS. Yang ditampilkan kepada masyarakat hanya sosok pengemudi, yakni dirinya sendiri, agar para orang tua mengetahui siapa yang bertanggung jawab mengantar dan menjemput anak-anak mereka.
Ke depan, H. Muh. Hamka berharap program SI ANJAS dapat berkembang dengan dukungan berbagai pihak sehingga mampu menambah armada dan memperluas layanan hingga wilayah perbatasan Takalar–Gowa di Palleko maupun Takalar–Jeneponto di kawasan Bontomanai dan Lengkese.
Program SI ANJAS menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif sektor swasta dapat melengkapi upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, layanan antar jemput gratis ini diharapkan mampu membantu semakin banyak pelajar Takalar untuk bersekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa kendala transportasi.















