Inpopedia, MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar bersama Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Hotel Mercusuar Makassar, Jumat (28/8/2026).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan, khususnya dalam mendukung digitalisasi layanan pemerintahan, peningkatan pendapatan daerah, pengembangan UMKM, serta sektor perumahan di Kabupaten Takalar.
Bupati Takalar Daeng Manye mengatakan, kerja sama dengan BTN merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi dan membangun kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah ini punya keinginan, kemudian Bank BTN mungkin bisa memberikan solusi atas layanan yang diberikan oleh Kabupaten,” ujar Bupati Takalar dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, Takalar memiliki potensi yang cukup besar, namun sebagian di antaranya belum dieksplorasi dan dikembangkan secara maksimal. Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan.
Bupati menekankan bahwa transformasi digital menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pembenahan birokrasi dan pelayanan publik di Takalar. Transformasi tersebut, kata dia, mencakup aspek sumber daya manusia, penyederhanaan proses, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
“Kehadiran IT sekarang ini tidak bisa dinafikan lagi. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus. Makanya dalam transformasi organisasi dan transformasi birokrasi ini, IT menjadi sesuatu yang sangat fundamental di Pemerintah Kabupaten,” katanya.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah digitalisasi pendapatan daerah. Pemkab Takalar tengah mendorong agar berbagai sumber pendapatan dapat dipantau dan dievaluasi secara lebih cepat melalui pemanfaatan teknologi.
Digitalisasi tersebut mencakup sejumlah sektor, antara lain parkir, pasar, perdagangan, pariwisata, hingga sistem pembayaran di rumah sakit.
Selain digitalisasi pemerintahan, Bupati Takalar juga menyampaikan potensi besar sektor UMKM. Berdasarkan proses verifikasi yang dilakukan pemerintah daerah, terdapat sekitar 14.000 UMKM yang dinilai perlu terus mendapatkan literasi dan pengembangan agar mampu masuk ke ekosistem transaksi digital.
“Nah, 14.000 ini kita adakan literasi terus untuk pengembangan UMKM, sehingga nanti mereka transaksinya lewat online semua, cashless semua,” ujarnya.
Bupati juga membuka peluang bagi perbankan untuk masuk dalam ekosistem tersebut. Menurutnya, kerja sama tidak hanya terbatas pada BTN, tetapi terbuka bagi seluruh perbankan yang mampu memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat Takalar.
Di sektor perumahan, Pemkab Takalar melihat posisi geografis daerah tersebut yang berdekatan dengan Makassar dan berada dalam kawasan Mamminasata sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan sektor properti.
Takalar dinilai menjadi salah satu daerah penyangga Makassar sehingga perkembangan ekonomi dan aktivitas masyarakat di Kota Makassar turut memberikan dampak terhadap Takalar. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi pengembangan perumahan.
Bupati mengatakan Pemkab Takalar juga berencana mengundang para pengembang perumahan untuk membahas pengembangan kawasan yang sesuai dengan tata ruang daerah.
“BTN kan portofolio utamanya di perumahan. Tidak bisa ditinggal juga itu. Dikembangkan dengan berbagai model dan sistem dengan developer,” katanya.
Sementara itu, Regional Chief Executive Officer (RCEO) Bank BTN Kanwil Sulampua Romeo Daniel mengapresiasi pelaksanaan MoU dengan Pemkab Takalar.
Menurut Romeo, Takalar memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.
“Takalar memiliki potensi yang luar biasa baik dari sektor pertanian, lalu juga perikanan dan perdagangan,” ujar Romeo.
Ia mengatakan BTN siap menjadi mitra strategis Pemkab Takalar dalam mendukung visi pemerintah daerah membawa Takalar menjadi daerah yang semakin maju.
Romeo juga menegaskan bahwa peran BTN saat ini tidak hanya terbatas pada pembiayaan perumahan. BTN, kata dia, mulai mengembangkan berbagai solusi dalam ekosistem pemerintahan, termasuk dukungan terhadap digitalisasi.
Melalui kerja sama tersebut, BTN akan mendukung upaya digitalisasi pendapatan daerah sehingga pemerintah dapat melakukan pemantauan secara lebih efektif.
“Bank BTN selain menyediakan pembiayaan perumahan, kami juga memberikan fasilitas untuk digitalisasi,” katanya.
Menurut Romeo, digitalisasi sistem pendapatan daerah juga dapat membantu meningkatkan transparansi dan mengurangi potensi kebocoran. Sistem tersebut memungkinkan kepala dinas maupun perangkat organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan pemantauan hingga ke unit pelaksana.
Romeo berharap MoU tersebut tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“MoU ini bisa menjadi makna ataupun kolaborasi yang memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan serta terwujudnya Takalar yang semakin digital, maju, dan juga sejahtera untuk masyarakatnya,” ujarnya.
Bupati Takalar menambahkan, setelah penandatanganan MoU, Pemkab Takalar akan membentuk tim atau task force yang bertugas mengoordinasikan pelaksanaan kerja sama, menyusun roadmap dan timeline, serta melakukan evaluasi terhadap implementasinya.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Pemkab Takalar dan Bank BTN dalam mengembangkan layanan publik, meningkatkan potensi ekonomi daerah, serta mempercepat transformasi digital di Takalar.***















