Inpopedia, JAKARTA, 1 Juni 2026 — Film bergenre horor fantasi retro berjudul Monster Pabrik Rambut yang disutradarai oleh Edwin akan hadir di layar lebar Indonesia pada 4 Juni 2026. Karya produksi Palari Films ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.
Berlatar belakang sebuah pabrik rambut, film ini menggambarkan kehidupan para pekerja yang harus menghadapi tekanan dari pekerjaan, kurang tidur, dan sejumlah peristiwa misterius di sekitar pabrik. Karakter Bos Maryati yang dimainkan oleh Didik Nini Thowok menjadi salah satu tokoh utama dalam cerita ini.
Edwin menyatakan bahwa film ini menawarkan jenis horor yang berbeda dari film horor spiritual yang biasa ada di Indonesia. Ia merasa ketegangan dalam Monster Pabrik Rambut dibangun dari situasi sehari-hari di tempat kerja serta suasana pabrik itu sendiri.
“Ketegangan dan teror dalam Monster Pabrik Rambut muncul dari situasi yang kita hadapi saat bekerja setiap hari, tanpa perlu mengandalkan makhluk halus. Ada bentuk lain yang menjadi sumber ketakutan,” jelas Edwin.
Film ini juga mengangkat tema tentang budaya kerja berlebihan atau hustle culture yang sering dianggap wajar. Melalui kisah para karyawan pabrik, film ini menyoroti efek lembur dan kurangnya waktu istirahat terhadap kehidupan mereka.
Secara visual, Edwin memilih menggunakan efek praktis tanpa CGI untuk menciptakan suasana horor fantasi retro. Agar memenuhi kebutuhan produksi, tim film mendesain Studio PFN sebagai set pabrik rambut dengan menggunakan berbagai properti, termasuk rambut asli, manekin, dan perlengkapan wig.
Menfo Tantono berperan sebagai designer produksi dalam proyek ini. Sebelumnya, Menfo meraih Piala Citra Festival Film Indonesia 2024 untuk kategori Penata Artistik Terbaik.
Dijadikan produser oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Monster Pabrik Rambut merupakan sebuah ko-produksi yang melibatkan lima negara: Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Film ini telah mengadakan pemutaran perdana di Berlin International Film Festival 2026 dan juga ditayangkan di berbagai festival internasional, termasuk Brussels Fantastic Film Festival dan Hong Kong International Film Festival 2026.
Produser Meiske Taurisia menyatakan bahwa ide film ini berasal dari pandangan bahwa lingkungan kerja dapat menjadi sumber ketegangan yang tidak kalah menakutkan dibandingkan dengan kisah horor yang umum.
Sementara itu, Rachel Amanda yang berperan sebagai karakter Putri merasa tema film ini sangat relevan dengan pengalaman banyak pekerja.
“Kisah dan karakter di film ini menunjukkan betapa menakutkannya dunia kerja yang sering kali dianggap wajar. Ketidaknyamanan dianggap sebagai kerja keras, tapi apakah sistem kerja itu memang benar? ” ungkap Rachel Amanda.
















