Inpopedia, Takalar – Seorang siswa baru SMAN 3 Takalar menjadi korban aksi pembusuran yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) saat dalam perjalanan pulang ke rumah usai mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jalan Sanrang, Kelurahan Sompu Raya, Kecamatan Pattallassang, Jumat (17/07/2026).
Peristiwa tersebut mengundang keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk keluarga besar SMAN 3 Takalar.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban, Kepala SMAN 3 Takalar, Ilham, S.Pd., M.Pd., pada Minggu (19/7/2026) mengunjungi siswa yang sedang menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya.
Dalam kunjungan tersebut, Ilham memberikan dukungan moril dan motivasi kepada korban agar tetap semangat menjalani proses pemulihan.

“Kami datang untuk memberikan semangat kepada ananda agar segera pulih dan dapat kembali bergabung bersama teman-temannya di SMAN 3 Takalar. Kehadiran kami merupakan bentuk kepedulian sekolah kepada seluruh siswa, khususnya kepada korban dan keluarganya. Sekolah akan selalu hadir memberikan dukungan kepada peserta didik dalam situasi apa pun,” ujar Ilham.
Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan peserta didik merupakan prioritas sekolah. Menurutnya, seluruh pihak perlu bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi para pelajar, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMAN 3 Takalar, Andi Gunawan, S.S., M.A.P., turut menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang menimpa siswa baru tersebut.
“Saya sebagai alumni sekaligus Ketua IKA SMAN 3 Takalar menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap kejadian ini. Kami menghimbau kepada aparat keamanan agar segera menemukan dan menangkap pelaku, serta memperketat patroli keamanan sehingga tidak terjadi lagi peristiwa serupa yang dapat mengancam keselamatan para pelajar,” tegas Andi Gunawan.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat bergerak cepat mengungkap kasus tersebut sehingga pelaku dapat segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, keamanan pelajar merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Peristiwa pembusuran terhadap pelajar ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan tindak kriminalitas di wilayah Kabupaten Takalar.
Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dinilai sangat penting agar para pelajar dapat menjalani proses pendidikan dengan aman dan nyaman tanpa rasa khawatir.















