pasang banner iklan 728x90
bo
HUKUM  

RUU Perampasan Aset, Founder Law Institute 98: Jangan Sampai Celah Hukum Melegalkan Aset Kejahatan

banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia, JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang ditargetkan rampung pada Desember 2026 dinilai perlu disertai pengaturan yang cermat agar tidak menimbulkan celah hukum dalam proses perampasan aset hasil tindak pidana.

Law Institute 98 menyoroti mekanisme perampasan aset melalui jalur perdata, khususnya terkait gugatan yang diajukan Jaksa Pengacara Negara. Mekanisme tersebut dinilai dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat pemulihan kerugian negara, tetapi harus tetap memenuhi ketentuan formil dan materiil hukum acara perdata.

RUU Perampasan Aset sendiri dirancang untuk memperkuat kewenangan negara dalam mengambil alih aset yang diduga berasal dari tindak pidana, termasuk tindak pidana korupsi. Mekanisme tersebut juga diharapkan mampu mencegah pelaku menyembunyikan, mengalihkan, atau memindahkan aset hasil kejahatan.

Namun, Law Institute 98 mengingatkan bahwa kelemahan dalam prosedur gugatan justru dapat menghambat tujuan tersebut.

Founder Law Institute 98, Dr. Andi Muhammad Anwar, S.H., M.H., mengatakan gugatan perampasan aset yang tidak memenuhi persyaratan formil berpotensi dinyatakan tidak dapat diterima atau Niet Ontvankelijke Verklaard (NO).

Menurutnya, putusan NO dapat menghambat proses perampasan karena perkara tidak dapat dilanjutkan untuk memeriksa substansi pokok perkara. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat aset yang diduga berasal dari tindak pidana gagal dikembalikan kepada negara.

“Jangan sampai kelemahan prosedur justru menjadi celah yang dimanfaatkan untuk mempertahankan aset hasil kejahatan,” tegas Andi.

Ia menilai pembentuk undang-undang perlu memberikan kepastian mengenai syarat pengajuan gugatan, kewenangan pihak yang mengajukan, mekanisme pembuktian, hingga perlindungan terhadap pihak-pihak yang memiliki kepentingan hukum terhadap aset yang menjadi objek perampasan.

Menurut Andi, keberhasilan RUU Perampasan Aset tidak cukup hanya diukur dari terbentuknya aturan baru. Substansi dan mekanisme pelaksanaannya harus mampu memastikan aset hasil kejahatan benar-benar dapat dirampas dan dipulihkan untuk kepentingan negara.

Dalam perspektif United Nations Convention against Corruption (UNCAC), mekanisme non-conviction based asset forfeiture (NCB) ditempatkan sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat pemberantasan korupsi dan pemulihan aset. Mekanisme tersebut juga relevan dalam menghadapi upaya pelaku menyembunyikan atau memindahkan hasil kejahatan, termasuk ke yurisdiksi lain.

Karena itu, penerapan NCB di Indonesia dinilai perlu diselaraskan dengan prinsip kepastian hukum, perlindungan hak pihak yang berkepentingan, serta efektivitas pemulihan aset.

Law Institute 98 menegaskan RUU Perampasan Aset harus menjadi instrumen yang efektif untuk mengembalikan aset hasil kejahatan kepada negara. Jangan sampai aturan yang dimaksudkan untuk memperkuat pemberantasan kejahatan justru menciptakan celah hukum yang memungkinkan aset hasil kejahatan memperoleh legitimasi akibat kegagalan memenuhi prosedur.

Pembahasan RUU tersebut pun dinilai perlu memastikan keseimbangan antara kepentingan negara dalam memulihkan aset hasil kejahatan dan jaminan kepastian serta perlindungan hukum bagi pihak yang berkepentingan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global