Inpopedia, SUMBERJAYA – Memasuki akhir Juli 2026, BUMDes Agrarprana Sumberjaya mempercepat persiapan kandang kambing dan domba modern. Langkah ini jadi bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan berbasis desa yang mulai digarap sejak awal tahun, Sabtu 25 Juli 2026.
Direktur BUMDes Agrarprana, Husni Solihin, mengatakan pembangunan kandang sistem panggung dengan kapasitas 150 ekor domba Garut Super dan kambing PE ditargetkan selesai dalam 2 bulan. Kandang dirancang bersih, berventilasi baik, dan ramah lingkungan.
“Kami fokus bikin peternakan yang profesional dan berkelanjutan. Nantinya dari sini akan keluar daging qurban, aqiqah, bibit unggul, sampai pupuk organik. Semua untuk kebutuhan warga desa dan sekitar,” ujar Husni saat meninjau lokasi, Sabtu pagi.
Untuk menjamin keberlanjutan program, BUMDes juga menyiapkan unit pakan fermentasi dan pengolahan limbah ternak. Kotoran domba akan diolah jadi pupuk organik guna membantu petani menekan biaya pupuk.
Dion, selaku Ketua Ketahanan Pangan BUMDes, menegaskan bahwa penguatan sektor peternakan adalah kunci kemandirian pangan desa.
“Ketahanan pangan itu bukan hanya beras. Protein hewani juga harus aman. Dengan kandang modern ini kami ingin memastikan stok daging di desa cukup, harga stabil, dan ada lapangan kerja baru untuk warga,” jelas Dion.
Dion menambahkan, warga akan dilibatkan mulai dari pembangunan, perawatan ternak, hingga pemasaran. BUMDes juga membuka program edukasi dan wisata peternakan bagi pelajar serta masyarakat umum.
Dengan semangat Sehat, Produktif, Berkelanjutan BUMDes Agrarprana menargetkan Desa Sumberjaya mandiri pangan khususnya daging pada 2027.
(Deni S)















