Inpopedia.co.id, Jakarta, 18 Agustus 2026 — Sinemaku Pictures merilis teaser poster dan teaser trailer terbaru film Memburu Pemangsa karya sutradara Umay Shahab. Film bergenre horor, kriminal, dan aksi ini mengangkat investigasi empat jurnalis perempuan terhadap kasus hilangnya sejumlah anak yang membawa mereka semakin dekat dengan sosok predator di balik kejahatan tersebut. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Teaser poster memperlihatkan sejumlah anak berdiri memandangi sebuah akuarium raksasa. Di balik kaca, tampak sosok misterius seolah mengawasi mereka. Adegan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam cerita ketika seorang predator memburu anak-anak di tengah keramaian. Peristiwa itu kemudian menjadi pemicu bagi empat jurnalis untuk memburu pelaku.
Nuansa horor, kriminal, dan aksi semakin terasa dalam teaser trailer. Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem tampil sebagai empat jurnalis perempuan yang tergabung dalam tim investigasi untuk mengungkap kasus hilangnya anak-anak.
Investigasi tersebut justru membawa mereka menghadapi ancaman yang lebih besar. Selain berhadapan dengan manusia yang diduga menjadi predator anak, mereka juga harus menghadapi sosok iblis serta praktik demonologi yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Teuku Rifnu Wikana kembali menunjukkan kemampuan aktingnya melalui karakter misterius yang menjadi salah satu pusat investigasi. Karakternya diduga memiliki kaitan dengan hilangnya sejumlah anak dan menjalankan kejahatan yang berhubungan dengan ritual demonologi.
Film ini juga menampilkan sisi berbeda dari Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Selain dituntut menghadirkan kemampuan akting, keempat pemeran tersebut menjalani sejumlah adegan aksi laga sebagai bagian dari upaya mengungkap kasus dan menyelamatkan anak-anak.
Berangkat dari Keresahan Nyata
Memburu Pemangsa menjadi produksi terbaru Sinemaku Pictures bersama Umay Shahab yang disebut sebagai karya yang berbeda dan ambisius. Ceritanya berangkat dari keresahan terhadap persoalan kekerasan dan eksploitasi anak yang masih terjadi.
Dalam siaran pers, disebutkan bahwa Kemenko PMK menyatakan Indonesia berada di peringkat keempat dunia dalam jumlah laporan konten eksploitasi anak secara daring yang diterima National Center for Missing & Exploited Children (NCMEC).
NCMEC juga mencatat peningkatan laporan terkait penggunaan kecerdasan buatan generatif dalam eksploitasi seksual anak. Jumlah laporan meningkat dari sekitar 4.700 pada 2023 menjadi 67.000 pada 2024. Dalam enam bulan pertama 2025, NCMEC menerima 440.419 laporan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan generatif dan eksploitasi seksual anak.
Keseriusan produksi dalam mengangkat isu tersebut turut ditunjukkan melalui proses pengembangan cerita. Tim produksi melakukan riset dan berdiskusi dengan sejumlah pihak untuk memahami persoalan kekerasan terhadap anak secara lebih mendalam.
“Kekerasan terhadap anak yang menjadi bagian dari cerita film ini adalah isu yang nyata dan dekat dengan kita. Ini adalah keresahan yang penting untuk dibicarakan lebih luas. Karena itu, kami merasa punya tanggung jawab untuk memahami persoalan ini lebih dalam,” ujar Umay Shahab.
Menurut Umay, proses produksi tidak hanya mengandalkan cerita fiksi, tetapi juga riset untuk memahami bagaimana kasus kekerasan terhadap anak terjadi serta modus yang digunakan pelaku.
Sementara itu, Laura Basuki menilai keempat karakter jurnalis dalam film memiliki kekuatan dan cara berbeda dalam menghadapi kasus. Namun, mereka memiliki tujuan yang sama, yakni terus mencari kebenaran meski risiko yang dihadapi semakin besar.
“Karena ada anak-anak yang harus diselamatkan, mereka memilih untuk tetap maju,” kata Laura.
Di tengah investigasi yang semakin berbahaya, keempat jurnalis tersebut tidak hanya menghadapi sosok predator. Mereka juga mempertaruhkan keselamatan ketika harus berhadapan dengan ancaman iblis dan praktik demonologi demi mengungkap kebenaran.
Memburu Pemangsa diproduksi Sinemaku Pictures dan akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. (RZ)















