Inpopedia.co.id, Jakarta, 19 Agustus 2026— Film Operasi Pesta Copet produksi Imajinari mengangkat kisah empat anak muda yang nekat mencopet karena terdesak keadaan. Mengambil latar festival musik Pestapora, film ini memadukan komedi, persahabatan, dan persoalan sosial yang dekat dengan realitas kehidupan anak muda.
Film yang menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod tersebut dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Film ini dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, serta vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, yang melakukan debutnya sebagai pemain film.
Sebagai rumah produksi yang dikenal dengan karya-karya komedi, Imajinari menghadirkan pendekatan berbeda melalui Operasi Pesta Copet. Film ini tetap mengandalkan komedi, tetapi mengeksplorasi tema dan skala cerita yang berbeda. Awwe turut terlibat sebagai konsultan komedi.
Produser sekaligus salah satu pendiri Imajinari, Ernest Prakasa, menilai film tersebut memiliki ide yang unik dan autentik. Menurutnya, premis tentang pencopet di tengah konser musik menjadi titik menarik yang kemudian dikembangkan menjadi cerita komedi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
«“Tidak mudah untuk bisa mendapatkan cerita yang fresh, dan menurut Imajinari, Operasi Pesta Copet punya ide dan cerita yang sangat unik dan autentik. Sesuatu yang menggelitik dari awal adalah adanya copet di konser, apakah itu memang beneran copet yang belajar tentang skena musik, atau memang anak musik yang belajar nyopet?” ujar Ernest Prakasa.»
Menurut Ernest, film tersebut juga berusaha menghadirkan drama yang relevan dengan situasi sosial saat ini. Komedi menjadi medium untuk menghibur penonton di tengah kondisi kehidupan yang serba sulit.
Mengedepankan Empati
Sutradara Edy Khemod mengatakan empati menjadi salah satu fondasi utama dalam menggarap Operasi Pesta Copet. Film tersebut tidak diarahkan untuk mengglorifikasi tindakan kriminal maupun menggambarkan kemiskinan secara ekstrem.
Edy justru ingin mengajak penonton memahami kondisi yang dialami para karakter, khususnya Ijal dan kelompoknya, tanpa terburu-buru menghakimi pilihan yang mereka ambil.
«“Sebagai orang yang pernah berada di posisi seperti karakter Ijal, saya merasa empati menjadi hal yang didahulukan sebagai pondasi dalam menggarap film Operasi Pesta Copet. Sebab itu, kami juga tak ingin sekadar menghakimi apa yang dilakukan oleh Ijal dan Geng Copetnya, tetapi kami ingin mengajak penonton untuk bisa menaruh empati, merasakan apa yang mereka alami,” ungkap Edy.»
Pesan tersebut semakin kuat melalui karakter Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan. Bagi Iqbaal, Ijal bukan sekadar tokoh yang melakukan pencopetan, melainkan representasi anak muda yang memiliki mimpi, tetapi tidak memperoleh kesempatan dan dukungan yang sama.
Iqbaal melihat persoalan tersebut sebagai gambaran ketidakadilan yang masih terjadi di Indonesia. Latar belakang keluarga dan kondisi sosial membuat sebagian anak muda harus menghadapi keterbatasan yang tidak dialami oleh mereka yang memiliki privilese lebih besar.
«“Setelah aku mengenal Ijal, dia tidak jauh berbeda dengan kita. Dia juga anak muda yang punya mimpi. Yang membedakan Ijal dan kita, dia tidak dilahirkan di keluarga yang bisa menopang dia dengan segala privilesenya untuk berada di titik kayak kita sekarang,” ujar Iqbaal.»
Iqbaal menambahkan, Ijal merupakan sosok yang cerdas dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Namun, ia lahir dari kelompok marginal yang terpinggirkan oleh sistem dan struktur sosial.
Pengalaman Nekat di Pestapora
Kawai Labiba yang memerankan Melodi mengaku mendapatkan pengalaman berbeda selama menjalani proses syuting. Selama ini lebih banyak dikenal melalui peran drama, Kawai harus menjalani aksi yang melibatkan kerumunan penonton festival musik.
Sebagai bagian dari kelompok pencopet, Melodi harus tetap berkonsentrasi mengikuti arahan di tengah suasana Pestapora yang ramai.
«“Sebagai Melodi yang menjadi bagian dari geng copet, ada perasaan yang janggal tapi excited, perasaan khawatir, semua bercampur ketika aku harus syuting di tengah kerumunan penonton Pestapora,” kata Kawai.»
Sementara itu, Kristo Immanuel yang berperan sebagai Adut melihat karakternya sebagai sosok yang santai dan cenderung mengikuti keadaan. Karakter tersebut sekaligus menjadi sumber komedi dalam dinamika persahabatannya dengan Ijal.
Menurut Kristo, hubungan Ijal dan Adut menghadirkan dinamika bromance. Ijal lebih banyak membawa beban drama, sedangkan Adut memberikan sisi komedi dalam cerita.
Roadshow di 11 Kota
Menjelang penayangan di bioskop, Operasi Pesta Copet akan menggelar roadshow bertajuk Pesta Copet di 11 kota pada 22–31 Agustus 2026. Kota yang menjadi tujuan roadshow tersebut adalah Malang, Surabaya, Sidoarjo, Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Cirebon, Bandung, Bekasi, dan Bogor.
Sejumlah pemain dan sineas akan hadir dalam rangkaian tersebut, antara lain Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, Fauzan Lubis, Edy Khemod, Ernest Prakasa, dan Dipa Andika.
Operasi Pesta Copet diproduksi Imajinari bersama Angin Segar dan melibatkan BOSS Creator sebagai pihak yang berkaitan dengan festival musik Pestapora. Film ini menempatkan pencopetan sebagai premis cerita, tetapi menjadikan persahabatan dan konteks sosial sebagai inti kisahnya.
Dengan pendekatan tersebut, Operasi Pesta Copet tidak hanya menawarkan komedi tentang aksi pencopetan di tengah festival musik, tetapi juga mencoba memotret keresahan anak muda yang berusaha bertahan hidup ketika pilihan mereka semakin terbatas. (RZ)















