pasang banner iklan 728x90
bo

Debut Cesa, Rieke Lepas Bayang Oneng

banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia.co.id, Jakarta, 5 Agustus 2026— Sutradara Cesa David Luckmansyah menjalani debut penyutradaraan film panjang melalui Seni Merayu Tuhan, sebuah drama yang mengangkat perjalanan spiritual anak muda dalam mencari makna hidup dan menjadi pribadi yang lebih baik. Film adaptasi buku esai karya Habib Husein Ja’far Al Hadar itu dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.

Dalam konferensi pers seusai press screening di Studio 2 Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026, Cesa mengaku penyutradaraan film ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sendiri. Selama ini dikenal sebagai editor film, ia menilai pengalaman menyutradarai Seni Merayu Tuhan bukan sekadar perpindahan profesi, melainkan proses pembelajaran yang sejalan dengan tema cerita.

“Coming of age bukan tentang dewasa di umur berapa. Di umur saya pun ternyata masih ada proses-proses untuk mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujar Cesa.

Menurutnya, kisah Hikmah lahir dari realitas banyak anak muda yang hidup di tengah tuntutan pekerjaan, media sosial, dan pencarian validasi, tetapi sering kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.

Produser sekaligus penulis skenario Salman Aristo mengatakan film ini tidak menawarkan jawaban instan atas berbagai persoalan hidup. Sebaliknya, Seni Merayu Tuhan mengajak penonton memahami bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk bertumbuh.

“Segala sesuatu itu tidak harus sembuh sekarang, segala sesuatu itu tidak perlu terjawab sekarang. Yang paling penting adalah keinginan kita untuk terus menjadi lebih baik dari hari kemarin,” kata Salman.

Ia menambahkan, genre coming of age dipilih karena memungkinkan sebuah cerita berakhir bukan dengan penyelesaian mutlak, melainkan awal dari perjalanan hidup yang lebih baik.

Salman bersama Gina S. Noer dan Rino Sarjono mengadaptasi buku esai Habib Husein Ja’far Al Hadar melalui proses pengembangan naskah selama lebih dari satu tahun. Seluruh tim kreatif bahkan diminta menulis esai mengenai makna “merayu Tuhan” menurut pemahaman masing-masing sebelum menyusun cerita.

Penulis skenario Rino Sarjono menjelaskan salah satu keputusan kreatif yang paling penting adalah menjadikan Hikmah berprofesi sebagai editor film.

“Hikmah terbiasa mengatur cerita di pekerjaannya, tetapi dia tidak punya kontrol terhadap kisah hidupnya sendiri. Pada akhirnya dia sadar ada editor yang lebih besar di atasnya,” ujarnya.

Pendalaman karakter juga dilakukan para pemain. Ari Irham mengaku harus mempelajari kehidupan seorang editor agar penampilannya sebagai Hikmah terasa meyakinkan.

Ia belajar langsung kepada Cesa David Luckmansyah mengenai ritme kerja editor, mengikuti workshop, mengunjungi ruang penyuntingan, mengamati proses editing, hingga mencoba sendiri perangkat lunak penyuntingan video.

“Kang Cesa ngajarin saya bagaimana editor bekerja. Saya juga sempat melihat langsung proses editing dan mencoba mengedit sendiri supaya lebih memahami profesi Hikmah,” tutur Ari.

Tak hanya memahami profesinya, Ari mengaku karakter Hikmah membuatnya berefleksi terhadap kehidupan pribadi.

“Saya sering lupa membalas chat mama. Film ini membuat saya merasa ditegur dan mengingatkan bahwa saya juga masih berproses menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Lutesha yang memerankan Sofia mengatakan tokohnya mengajarkan arti empati. Menurutnya, Sofia tetap memilih mendampingi Hikmah melewati masa-masa sulit tanpa menghakimi, meski keduanya memiliki perbedaan keyakinan.

Sementara itu, Rieke Diah Pitaloka mengaku tantangan terbesarnya dalam film ini adalah menghadirkan sosok ibu yang hangat dan emosional sekaligus melepaskan citra “Oneng”, karakter ikonik yang selama bertahun-tahun melekat pada dirinya di mata publik.

Rieke berharap penonton dapat melihat dirinya sebagai seorang ibu yang menjadi pusat emosi dalam cerita, bukan lagi melalui stereotip karakter komedi yang telah lama dikenalnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rieke juga menyampaikan pesan yang paling membekas baginya setelah membintangi film ini.

“Seorang ibu tidak meminta kemewahan. Seorang ibu hanya ingin anaknya hidup baik-baik saja. Jangan sampai tidak mengangkat telepon atau membalas pesan ibu. Kalau itu menjadi pertemuan terakhir, penyesalannya bisa seumur hidup,” ujarnya.

Selain Ari Irham, Lutesha, Teuku Ryzki, Rieke Diah Pitaloka, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, Alfie Alfandy, dan Arie Kriting, film Seni Merayu Tuhan juga menghadirkan penampilan spesial Habib Husein Ja’far Al Hadar sebagai cameo. Melalui kisah Hikmah, film ini mengajak penonton menerima bahwa menjadi manusia yang lebih baik bukanlah tujuan yang selesai dalam semalam, melainkan perjalanan yang terus diupayakan sepanjang hidup. (RZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam