Inpopedia, Bekasi — Ess Jay Pictures menggelar press screening dan press conference film terbaru mereka berjudul “Harusnya Horror” di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Kamis (13/8/2026).
Acara ini menghadirkan jajaran produser, penulis skenario, sutradara, hingga sembilan personel Triple A Clan (AAAClan) yang untuk pertama kalinya beralih dari konten kreator menjadi pemeran film layar lebar. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop se-Indonesia mulai 20 Agustus 2026.
Acara dihadiri oleh jajaran pembuat film antara lain David S Suwarto (Produser Eksekutif), Sridhar Jetty (Produser), Jimmy L. Lalwani (Ko-Produser), Rahabi Mandra (Penulis), serta Reza Oktovian yang menjalani debutnya sebagai sutradara sekaligus pemeran utama. Dari jajaran cast, hadir personel Triple A Clan yaitu George Tierson (Jot), Garry Andriawan Ang (Gery), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Aldy Reynaldi (Aloy), Teguh Prakoso (Tepe), Niko Junius, dan Ariyanto “Ibob” Tarigan, didampingi pula oleh Malka Rafasya dan Reyna Venska.
Sridhar Jetty selaku produser menceritakan proses awal produksi bermula dari beberapa konsep ide yang diajukan Reza Arap, sebelum akhirnya disepakati satu konsep matang untuk dilanjutkan ke tahap syuting. “Dari awal kita duduk bareng, brainstorming, sampai ketemu satu konsep yang matang, baru kita lanjut ke syuting,” ujar Sridhar.
Ko-Produser Jimmy L. Lalwani menyebut ketertarikan Ess Jay Pictures menggandeng Triple A Clan berasal dari karakter unik dan gaya out-of-the-box masing-masing personel. “Kita SJ Pictures ingin mengangkat mereka ke dalam film agar teman-teman semua bisa melihat sisi mereka di luar maraton. Kita mau bentuk sesuatu yang beda,” katanya, sembari menambahkan bahwa Ess Jay Pictures ke depannya akan terus mengeksplorasi genre-genre baru, bukan hanya bertahan di komedi horor.
David S Suwarto turut menyampaikan bahwa “Harusnya Horror” merupakan proyek kedua Ess Jay Pictures setelah film “Kupu-Kupu Kertas” yang sebelumnya sukses meraih lebih dari satu juta penonton, dengan penataan gala premiere kali ini yang menurutnya dibuat lebih rapi dibanding sebelumnya.
Penulis skenario Rahabi Mandra membagikan cerita di balik proses penulisan bersama Reza Arap. Kesamaan mereka sebagai penggemar anime One Piece menjadi titik awal yang memudahkan komunikasi ide cerita. “Ini penulisan yang sangat menyenangkan karena aku sama Arap sama-sama fans One Piece. Jadi berangkatnya sebenarnya dari situ,” ujarnya.
Ditanya soal tantangan mengarahkan cast yang sebagian besar sudah dikenal luas di ranah konten komedi, Sridhar Jetty mengakui memang ada kesulitan tersendiri, namun terbantu dengan kehadiran acting coach di lapangan serta peran Reza Arap yang memahami betul karakter teman-temannya sendiri. “Semuanya dari sulit jadi bisa,” katanya.
Saat sesi doorstop, Reza Oktovian menjelaskan pemilihan jadwal tayang 20 Agustus 2026 turut mempertimbangkan momen libur sekolah para pelajar, selain faktor jadwal dari rumah produksi dan pihak bioskop. Ia juga menanggapi santai soal berbarengannya jadwal tayang dengan film box office lain, dengan menegaskan dirinya tidak berniat “melawan” karena menganggap itu levelnya berbeda. Soal target penonton, Sridhar Jetty berharap “setinggi-tingginya, sesuai dengan kerja kerasnya semua tim.”
Salah satu momen paling emosional dalam sesi ini datang ketika Reza Oktovian menyampaikan pesan untuk mendiang Lula Lahfah, yang turut membintangi film ini. Reza mengaku sempat menerima kritik dari sebagian warganet karena memberikan momen khusus untuk mengenang mendiang di dalam film. “Saya tidak peduli, saya akan tetap merayakan Lula, karena ini legacy beliau juga di film ini,” tegasnya.
Bagi sembilan personel Triple A Clan, “Harusnya Horror” menjadi pengalaman akting serius pertama mereka di layar lebar. George Tierson (Jot), yang memerankan karakter Kevin, menyebut proses eksplorasi karakternya banyak dibantu acting coach, dan mengaku sempat merasa tertekan terutama saat sesi reading meski proses syuting akhirnya tidak seberat bayangannya. Soal peluang berakting di luar Triple A Clan ke depannya, Jot memilih tetap bersama teman-temannya, dan menutup sesinya dengan mengutip kata-kata Kevin Durant: “Hard work beats talent when talent doesn’t work hard.”
Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), pemeran karakter Cipuy, mengaku senang mengeksplorasi karakter yang menurutnya cukup mirip dengan kepribadian aslinya, sekaligus menyebut perannya menekankan pesan moral soal pentingnya hadir untuk teman dalam persahabatan.
Garry Andriawan Ang (Gery), pemeran karakter Kenzo, menyebut proses syuting sebagai pengalaman paling berkesan karena dilakukan bersama teman-teman yang sudah terbiasa menghabiskan waktu bersama sejak era konten Marapthon.
Aldy Reynaldi (Aloy), pemeran karakter King Aloy, menutup sesinya dengan pandangan soal makna persahabatan: “Sahabat bukan orang yang selalu ada saat kamu senang, tapi pas kamu susah dia selalu ada.”
Teguh Prakoso (Tepe) sempat menceritakan kekhawatirannya soal cara Reza Arap membagi porsi cerita untuk sembilan karakter sekaligus, namun akhirnya mengapresiasi pendekatan yang menurutnya cukup cerdik. Ia menutup dengan pesan, “Film ini merupakan film dari hati kita bersembilan, dan semoga bisa nyampe ke hati semua yang nonton.”
Sementara itu, Reyna Venska yang bergabung dalam proyek ini mengaku sempat merasa gugup karena menganggapnya sebagai kepercayaan besar, khususnya dari Reza Arap dan seluruh personel Triple A Clan.
Di sesi terpisah, Ariyanto “Ibot” Tarigan bersama Gery, Aloy, Jot, Niko, dan Yuka turut menyampaikan ajakan langsung kepada penonton: “Jangan lupa saksikan film Harusnya Horror tanggal 20 Agustus 2026 di seluruh bioskop kesayangan kalian!”. (cam)















