pasang banner iklan 728x90
bo
Budaya  

HAN 2026 Perkuat Karakter Anak Bangsa

banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia.co.id, Jakarta, 28 Juli 2026 – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bertema “Garuda di Hati Anak Indonesia” yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (28/7/2026), menjadi ajang penguatan karakter, wawasan kebangsaan, literasi digital, serta kepedulian terhadap masa depan pendidikan generasi muda.

Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta dari jenjang PAUD, TK, RA, SD, hingga SMP itu dirangkaikan dengan pencanangan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih, perlombaan, dan talk show yang menghadirkan narasumber dari Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Kesbangpol DKI Jakarta, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), serta Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN).

Wakil Ketua Panitia, Efi Susanti, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum membangun karakter anak Indonesia melalui berbagai kegiatan edukatif dan bernilai kebangsaan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, perundungan, maupun paparan konten negatif di ruang digital. Membangun masa depan anak berarti memastikan hak-hak dasar mereka terpenuhi melalui pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang merata, serta pemenuhan gizi yang seimbang,” ujar Efi Susanti.

Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami mendukung penuh kegiatan Hari Anak Nasional ini. Semoga rangkaian acara yang diikuti anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan ini menjadi inspirasi bersama untuk menghadirkan ruang tumbuh yang lebih baik bagi anak-anak Jakarta,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Mewakili Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Karlina, menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset bangsa yang harus tumbuh di lingkungan yang aman serta memiliki karakter Pancasila.

“Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Mereka perlu tumbuh di lingkungan yang aman, bebas dari perundungan, kekerasan seksual, narkotika, tawuran, maupun paham radikalisme. Melalui momentum Hari Anak Nasional ini, mari kita perkuat komitmen untuk melahirkan kebijakan dan lingkungan yang benar-benar berpihak pada perlindungan serta tumbuh kembang anak,” kata Karlina.

Ia kemudian membuka rangkaian kegiatan dengan menyatakan:

“Bismillahirrahmanirrahim, peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 dengan tema Garuda di Hati Anak Indonesia sekaligus pencanangan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih secara resmi saya nyatakan dibuka.”

Dalam sesi talk show, narasumber PPWK Kesbangpol DKI Jakarta, Dr. Asep Kusnadi, mengajak peserta memperkuat wawasan kebangsaan sejak dini dan mengenal kembali sosok Ismail Marzuki sebagai teladan perjuangan melalui seni.

“Anak-anak Indonesia harus memahami wawasan kebangsaan sejak dini. Nilai persatuan, semangat Pancasila, dan rasa cinta kepada tanah air harus menjadi bagian dari karakter mereka agar mampu menghadapi tantangan masa depan,” kata Asep Kusnadi.

Ia menambahkan:

“Ismail Marzuki adalah contoh tokoh yang berjuang melalui seni. Lagu-lagu perjuangannya menjadi media untuk menanamkan nilai nasionalisme, persatuan, dan cinta tanah air kepada masyarakat Indonesia.”

Asep juga menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi utama untuk menyongsong Generasi Emas 2045.

“Yang terpenting bukan besar kecilnya kontribusi, tetapi kepedulian dan keikhlasan untuk membantu keberlangsungan pendidikan generasi penerus bangsa. Pendidikan adalah investasi utama untuk menyambut Generasi Emas 2045,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum AsMEN, Nurkholis, mengingatkan pentingnya literasi digital bagi anak-anak.

“Anak-anak harus menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Biasakan melakukan verifikasi agar tidak ikut menyebarkan hoaks dan selalu gunakan media digital secara bertanggung jawab,” ujar Nurkholis.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menggagas gerakan kepedulian terhadap utang negara agar kondisi fiskal pemerintah semakin kuat dan anggaran pendidikan dapat ditingkatkan.

“Harapan kami sederhana, bagaimana Indonesia ke depan memiliki kondisi keuangan yang lebih baik sehingga anggaran negara bisa lebih banyak diarahkan untuk pendidikan dan pembinaan generasi penerus bangsa. Anak-anak Indonesia harus mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik,” kata Nurkholis.

Ia menegaskan bahwa gerakan tersebut bertumpu pada kepedulian dan semangat gotong royong.

“Jangan melihat besar atau kecilnya kontribusi yang diberikan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kepedulian untuk memulai. Dari langkah kecil itulah akan lahir gerakan besar yang memberi manfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Melalui rangkaian Hari Anak Nasional 2026, para pemangku kepentingan berharap anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi berkarakter Pancasila, cinta tanah air, bijak bermedia digital, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (Reynaldi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam