Inpopedia, TAKALAR – Komunitas Belajar Bareng Takalar resmi membuka pelatihan Tailor Made Training (TMT) Batch 4 dengan program pembuatan kerajinan tangan (craft) menggunakan teknik rajut, Senin (12/10/2026).
Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar.
Pembukaan pelatihan berlangsung di Basecamp Komunitas Belajar Bareng Takalar, Jalan Badaming Dg Rani, Takalar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini dihadiri Pembina Komunitas Belajar Bareng Takalar, Farniati Fattah; Kepala Bidang Humas Dinas Infokom Takalar sekaligus Pembina Ekonomi Kreatif (Ekraf) PanrannuangTa Takalar, Andi Gunawan; serta praktisi kerajinan rajut dan pemilik MM Craft, Nurwahidah, yang bertindak sebagai instruktur pelatihan.
Kepala Bidang Humas Dinas Infokom Takalar sekaligus Pembina Ekonomi Kreatif PanrannuangTa Takalar, H. Andi Gunawan, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan TMT Batch 4 tersebut. Menurutnya, pelatihan keterampilan seperti teknik rajut dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong tumbuhnya pelaku usaha kreatif di Kabupaten Takalar.
“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan kepada peserta, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap peserta dapat mengembangkan hasil pelatihannya menjadi produk kreatif yang berkualitas, memiliki daya saing, dan mampu dipasarkan secara lebih luas,” ujar Andi Gunawan.
Ia juga berharap kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan praktisi ekonomi kreatif dapat terus diperkuat untuk memperluas kesempatan masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, dalam mengembangkan keterampilan serta membangun usaha mandiri.
Pelatihan TMT Batch 4 ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis di bidang kerajinan rajut yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha produktif. Peserta akan mendapatkan materi secara bertahap, mulai dari pengenalan teknik dasar merajut hingga pembuatan produk jadi yang memiliki nilai jual.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama delapan kali pertemuan. Program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan produk kreatif yang dapat dipasarkan di sektor fesyen dan suvenir.
Melalui dukungan Kementerian Ketenagakerjaan yang digagas di bawah kepemimpinan Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Komunitas Belajar Bareng Takalar bersama Ekraf PanrannuangTa berharap pelatihan tersebut mampu mendorong lahirnya wirausaha kreatif yang mandiri dan berdaya saing.
Selain berfokus pada pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga, Komunitas Belajar Bareng Takalar juga berkomitmen memperluas program pembinaan bagi generasi muda, khususnya Gen Z. Pengembangan kapasitas di bidang pendidikan, keterampilan kerja, ekonomi kreatif, dan digital menjadi bagian dari arah program pemberdayaan komunitas tersebut.
Penyelenggaraan pelatihan ini menjadi salah satu upaya memperkuat keterampilan masyarakat agar dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan pelaku usaha kreatif di Kabupaten Takalar.
















