Inpopedia, CIKARANG PUSAT — Pemerintah Kabupaten Bekasi mengusulkan pembangunan flyover Telaga Asih dan underpass Lemahabang kepada pemerintah pusat sebagai langkah untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan di kawasan perlintasan kereta api.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja mengatakan, keberadaan sejumlah perlintasan kereta api sebidang di Kabupaten Bekasi selama ini menjadi keluhan masyarakat, khususnya saat jam padat kendaraan.
“Beberapa titik perlintasan kereta sebidang di Kabupaten Bekasi sudah lama dikeluhkan masyarakat, terutama pada jam sibuk seperti di kawasan Lemahabang. Karena itu kami meminta dukungan pemerintah pusat untuk membantu pembangunan flyover maupun underpass,” katanya.
Menurut Asep, meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api di lintas Manggarai-Cikarang akibat operasional KRL dan pengembangan jalur kereta membuat penanganan perlintasan menjadi kebutuhan mendesak.
“Perjalanan kereta saat ini semakin meningkat sehingga perlu diimbangi dengan penanganan perlintasan agar keselamatan dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga,” ujarnya.
Adapun usulan tersebut meliputi pembangunan flyover di JPL 104 ruas Jalan Telaga Asih-Wanasari yang berada di antara Stasiun Cibitung dan Stasiun Metland Telaga Murni, serta pembangunan underpass di Jalan KH Ma’mun Nawawi pada lintas Stasiun Cikarang-Stasiun Lemahabang.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Bekasi juga telah menyiapkan dukungan teknis berupa Detail Engineering Design (DED) dan berbagai dokumen pendukung lainnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono mengatakan, kedua titik tersebut menjadi prioritas karena memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang sangat tinggi setiap hari.
“Kami sudah menyampaikan kepada Bappenas terkait kondisi kemacetan di Kabupaten Bekasi, khususnya di dua titik tersebut yang memang sangat padat,” ujarnya di Cikarang, Kamis (7/5/2026).
Agus menambahkan, usulan pembangunan flyover dan underpass tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penataan perlintasan sebidang di berbagai wilayah.
Menurutnya, seluruh dokumen teknis proyek sudah dipersiapkan, termasuk DED dan estimasi anggaran pembangunan.
“DED sudah tersedia, namun nantinya akan dihitung kembali oleh Bappenas sesuai kebutuhan pembangunan,” katanya.
Berdasarkan estimasi sementara, pembangunan underpass Lemahabang membutuhkan anggaran sekitar Rp99 miliar, sedangkan pembangunan flyover Telaga Asih diperkirakan mencapai Rp85 miliar.
Agus menyebut, rencana pembangunan underpass Lemahabang sebenarnya telah dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, Pemkab Bekasi telah melakukan pembebasan lahan di sekitar lokasi proyek untuk mendukung percepatan pembangunan.
“Perlintasan Lemahabang menjadi titik krusial karena menghubungkan jalan provinsi dan jalan nasional, sehingga kepadatan kendaraan sangat tinggi terutama saat kereta api melintas,” tandasnya.
A Nugroho
















