Inpopedia, Bekasi – Direktur BUMDes Agraprana Sumberjaya, Husni Solihin, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi desa melalui pengembangan sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu program unggulan yang saat ini menjadi fokus adalah pengembangan peternakan kambing, Domba Garut, dan domba lokal yang melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Menurut Husni Solihin, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
Dibutuhkan keberanian, inovasi, serta kemampuan membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak agar BUMDes mampu tumbuh menjadi badan usaha yang profesional, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain mengembangkan sektor peternakan, BUMDes Agraprana Sumberjaya juga telah berhasil mewujudkan Agen BNI46 sebagai layanan perbankan desa. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus keluar desa, sekaligus menjadi salah satu unit usaha yang meningkatkan pendapatan BUMDes.
Husni Solihin juga terus memperluas relasi dan kemitraan dengan berbagai perusahaan, baik BUMN maupun swasta, untuk membuka peluang investasi, pengembangan usaha, serta memperkuat jaringan bisnis yang dapat mendukung kemajuan desa.
Kepemimpinannya dikenal sebagai sosok yang berani mengambil keputusan dan tidak hanya memberikan arahan dari balik meja.
Ia memilih turun langsung ke lapangan, memberikan contoh kepada tim, serta menghadapi setiap tantangan dengan semangat kewirausahaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Filosofi kepemimpinannya digambarkan melalui slogan “Setiap BUMDes Butuh Pilot, Bukan Sekadar Penumpang.” Menurutnya, seorang pemimpin harus menjadi pilot yang mampu menentukan arah, mengambil keputusan, menghadapi risiko, dan membawa seluruh tim menuju tujuan bersama.
Bahkan sebelum anggaran operasional BUMDes tersedia, Husni Solihin mengambil langkah nyata dengan menggunakan dana pribadi untuk memperbaiki kantor BUMDes yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kebocoran. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan menjadi pondasi awal dalam membangun BUMDes yang lebih profesional.
Keberanian mengambil keputusan, pengalaman sebagai pengusaha, serta jaringan relasi bisnis yang luas menjadi modal penting dalam mengembangkan BUMDes Agraprana Sumberjaya. Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata, BUMDes diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, serta membawa masyarakat menuju desa yang mandiri, maju, sejahtera, dan penuh keberkahan.















