Inpopedia.co.id, Jakarta, 11 September 2026 — Horor tak selalu datang dari sosok menyeramkan yang tiba-tiba muncul di depan mata. Film Hasut justru menghadirkan teror lewat sesuatu yang tak terlihat: suara-suara gaib yang perlahan menghasut manusia untuk saling mencurigai hingga menyakiti.
Film horor-misteri produksi Tuta Films ini menjadi debut penyutradaraan Ilya Sigma. Official trailer dan poster resminya memperlihatkan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova terjebak dalam teror misterius ketika menjalani ritual penyembuhan di tengah hutan.
Yang bikin merinding, teror tersebut justru terjadi di siang hari.
Empat sahabat yang awalnya datang ke hutan untuk mencari kedamaian perlahan kehilangan rasa percaya satu sama lain. Suara-suara misterius mulai bermunculan dan menghasut mereka untuk melakukan tindakan yang semakin berbahaya.
Hutan yang semula terlihat tenang pun berubah menjadi ruang penuh paranoia. Setiap suara bisa menjadi petunjuk, ancaman, bahkan kebohongan.
Konsep inilah yang menjadi senjata utama Hasut. Film tersebut tidak mengandalkan jumpscare maupun penampakan makhluk gaib, melainkan membangun ketakutan melalui suara dan tekanan psikologis.
“Film Hasut akan menyajikan konsep horor yang unik karena secara adegan banyak terjadi di siang hari, dengan setting hutan, dan nuansa misteri yang dibangun dari suara-suara yang muncul, alih-alih entitas seperti yang ada di kebanyakan horor saat ini. Saat menonton film ini, kita justru akan berefleksi, karena ini adalah horor-misteri yang mengikuti perjalanan manusia,” ujar Ilya Sigma.
Karina Salim Jadi Healer, Rachel Amanda Bikin Emosi
Karina Salim berperan sebagai Vira, seorang healer yang mengajak adiknya, Rere, diperankan Rachel Amanda, bersama dua sahabat mereka pergi ke hutan untuk menjalani ritual penyembuhan.
Namun, perjalanan yang seharusnya membawa ketenangan justru membuka luka dan persoalan yang selama ini mereka pendam.
Bagi Karina, Hasut bukan sekadar film yang ingin membuat penonton ketakutan. Ada pertanyaan yang sengaja ditinggalkan setelah teror berakhir: seberapa mudah seseorang dipengaruhi oleh orang lain?
“Ada sesuatu yang bisa dibawa pulang setelah kita menonton film Hasut, seperti refleksi atas diri yang mendalam. Film ini bukan cuma menawarkan pengalaman yang mencekam tapi setelah menontonnya kita akan dapat sesuatu untuk bercermin, sebetulnya dalam kehidupan apakah selama ini saya mudah dihasut, atau justru saya yang tanpa sadar menghasut orang-orang?” ujar Karina.
Sementara itu, Rachel Amanda tampil dengan karakter yang berbeda. Rere digambarkan sebagai sosok yang menyebalkan, menyimpan luka masa lalu, serta melampiaskan kemarahannya kepada sang kakak.
Tak hanya harus menguras emosi, Rachel juga menjalani berbagai adegan fisik yang cukup berat selama proses syuting.
“Di film ini, aku banyak ‘disiksa.’ Ada adegan aku harus guling-guling, diikat di pohon, dan bahkan beberapa adegan yang lumayan menguras fisik. Namun terasa sangat menyenangkan karena chemistry kami berempat begitu hidup dan membuat suasana syuting di hutan juga terasa mudah,” ujar Rachel.
Teror yang Berasal dari Luka Manusia
Produser Siera Tamihardja mengungkapkan bahwa Hasut tidak hanya berbicara tentang ketakutan terhadap sesuatu yang berada di luar manusia. Film ini juga mengeksplorasi luka dan trauma yang tersimpan di dalam diri.
“Latar hutan juga menjadi sebuah simbol alam bawah sadar yang menyimpan semua luka kita, yang mau tak mau harus kita hadapi meski meneror hati dan pikiran. Belum banyak film horor Indonesia yang mengeksplorasi cerita seperti di film ini,” ujar Siera.
Dalam sinopsisnya, perjalanan empat orang ke tengah hutan untuk menjalani ritual penyembuhan berubah menjadi misteri yang menggerogoti rasa percaya mereka. Ketakutan, luka lama, dan kecurigaan membuat mereka semakin sulit membedakan kenyataan dengan sesuatu yang hanya ada dalam pikiran.
Diproduseri Putrama Tuta dan Siera Tamihardja dengan ko-produser Nick Musa, Hasut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Siap-siap, karena kali ini suara yang paling menakutkan mungkin bukan suara dari makhluk gaib, melainkan suara yang berhasil membuat manusia saling menghancurkan. (RZ)















