Inpopedia.co.id, Jakarta, 3 September 2026 — Siap-siap dibuat tertawa sekaligus tersentuh! Film Agensi Rumah Tangga menghadirkan tujuh komika perempuan dalam satu layar dan menjadikan karakter-karakter pekerja rumah tangga sebagai sumber kelucuan yang tidak sekadar menghibur.
Ketujuh komika tersebut adalah Ummi Quary sebagai Siti, Musdalifah Basri sebagai Asih, Neneng Wulandari sebagai Marsih, Boah Sartika sebagai Denok, Priska Baru Segu sebagai Rina, Nuri Zhafira sebagai Fitri, dan Mega Salsabila sebagai Ica.
Kehadiran mereka menjadi salah satu daya tarik utama film produksi Starvision bersama Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros tersebut. Disutradarai Naya Anindita, Agensi Rumah Tangga dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026.
Film ini berpusat pada Katia Asmaranto yang diperankan Enzy Storia. Setelah kehilangan pekerjaan, Katia memilih bangkit dengan membangun sebuah agensi penyalur pekerja rumah tangga.
Keputusan tersebut justru membawanya masuk ke dalam berbagai situasi penuh kekacauan, kelucuan, sekaligus persoalan kehidupan para pekerja rumah tangga yang memiliki karakter dan latar belakang berbeda.
Bukan Sekadar Bikin Ngakak
Naya Anindita mengaku sejak awal ingin memberikan ruang kepada setiap karakter untuk memiliki keunikan masing-masing. Ia bahkan melakukan sesi pembacaan secara personal dengan para pemeran karakter pekerja rumah tangga untuk memahami kekuatan masing-masing.
Menurut Naya, pembagian komedi menjadi penting karena film ini memiliki banyak karakter. Setiap karakter kemudian mendapatkan momen dan cerita masing-masing sehingga kelucuan tidak hanya bertumpu pada satu pemain.
Namun, di balik aksi kocak tujuh komika perempuan tersebut, film ini membawa pesan yang cukup serius.
Penulis skenario Upi menegaskan bahwa pekerja rumah tangga tidak seharusnya menjadi objek lelucon. Film ini justru ingin mengajak penonton tertawa bersama para karakter sekaligus memahami kehidupan dan perjuangan mereka.
Para pekerja rumah tangga digambarkan sebagai manusia yang memiliki latar belakang, masalah, impian, dan perasaan. Mereka bukan sekadar orang yang menjalankan pekerjaan domestik di rumah.
Enzy Storia Jadi Pusat Kekacauan
Sebagai pemeran utama, Enzy Storia menjadi pintu masuk penonton untuk mengikuti berbagai kekacauan tersebut.
Enzy melihat perjalanan Katia sebagai cerita yang dekat dengan kondisi kehidupan saat ini, terutama ketika banyak orang harus menghadapi persoalan pekerjaan dan ekonomi.
“Ini cerita yang relate dan semoga untuk yang menonton jadi lebih bisa menghargai kerja para ART yang sudah banyak membantu pekerjaan sehari-hari kita,” ujar Enzy.
Menurut Enzy, Katia merupakan sosok perempuan yang memilih untuk tidak menyerah ketika kehidupannya berada dalam situasi sulit.
“Apapun bisa dilakuin deh, yang penting halal,” katanya.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan utama karakter Katia. Bagi Enzy, tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil selama dilakukan secara halal dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan maupun keluarga.
Tawa, Kekacauan, hingga Drama
Agensi Rumah Tangga tidak hanya mengandalkan komedi. Di balik berbagai kelucuan, film ini juga menyelipkan persoalan keluarga dan kehidupan para perempuan pekerja.
Dea Panendra, yang memerankan Dini, misalnya, melihat sisi emosional dari perempuan yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.
Dini digambarkan sebagai sosok yang bisa terlihat kuat, tetapi tetap memiliki ruang untuk mengeluh, sedih, dan menunjukkan kerentanannya.
Bagi Dea, karakter tersebut bahkan membuatnya melihat pengalaman ibunya dari sudut pandang berbeda. Sebagai perempuan pekerja, sang ibu pernah meninggalkannya ketika bekerja. Kini, melalui karakter Dini, Dea memahami bahwa di balik keputusan seorang ibu untuk bekerja, bisa terdapat kesedihan yang tidak selalu terlihat oleh anak.
Cerita tersebut memperlihatkan bahwa setiap karakter dalam Agensi Rumah Tangga memiliki persoalan sendiri. Komedi kemudian menjadi cara untuk membawa penonton menikmati kisah tersebut tanpa kehilangan sisi emosionalnya.
Diadaptasi dari novel laris karya Almira Bastari dengan skenario Upi dan Ayu Anggraini Putri, film ini mencoba mempertemukan tawa dengan realitas kehidupan.
Dengan Enzy Storia sebagai pusat cerita dan tujuh komika perempuan yang siap mencuri perhatian lewat karakter masing-masing, Agensi Rumah Tangga menawarkan komedi yang bukan hanya bertujuan membuat penonton tertawa, tetapi juga mengajak mereka melihat para pekerja rumah tangga dengan cara yang berbeda.
Tujuh komika perempuan, satu film, dan segudang kekacauan—Agensi Rumah Tangga siap membuat bioskop pecah mulai 10 September 2026. (RZ)















