pasang banner iklan 728x90
bo

WALHI Ungkap 52 Korporasi Afiliasi Malaysia dan Singapura Terindikasi Terlibat Karhutla 2026

banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia, JAKARTA — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengungkap sedikitnya 52 perusahaan yang beroperasi di Indonesia dan berafiliasi dengan kelompok usaha asal Malaysia dan Singapura terindikasi berkontribusi terhadap munculnya titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026.

Temuan tersebut disampaikan WALHI dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan” yang digelar The Human Rights and Inclusive Policies (HURIP) Foundation di Hotel AONE, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

Pengkampanye Hutan dan Kebun Eksekutif Nasional WALHI, Umi Ma’rufah, mengatakan analisis WALHI terhadap sebaran hotspot dan struktur kepemilikan grup usaha menemukan sedikitnya 372 perusahaan di Indonesia yang terindikasi terlibat dalam karhutla tahun ini.

“Berdasarkan afiliasi grupnya, kami menemukan sekitar 26 perusahaan asal Malaysia serta 26 entitas terafiliasi dengan Singapura yang berkontribusi terhadap munculnya titik api di lahan konsesi mereka,” kata Umi.

Ia menyebut sejumlah kelompok usaha asal Malaysia, di antaranya Sime Darby, Genting, dan Kepong, serta entitas yang terafiliasi dengan Singapura menjadi bagian dari penelusuran WALHI.

Menurut Umi, salah satu entitas, PT Kayung Agro Lestari, tercatat menyumbang hingga 229 titik panas berdasarkan data yang dihimpun WALHI.

WALHI menilai kondisi tersebut menunjukkan persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan faktor domestik, tetapi juga menyangkut struktur kepemilikan dan aktivitas korporasi yang memiliki keterkaitan dengan modal asing.

“Penerima manfaat ekonomi terbesar dari aktivitas ekstraktif ini berada di negara tetangga. Karena itu, beban ekologis dan pemulihannya tidak semestinya hanya ditanggung Indonesia,” ujarnya.

WALHI juga menyebut luasan area terbakar sepanjang 2026 diperkirakan telah melampaui 895.000 hektare yang terkonsentrasi di lima provinsi utama. Dampak kesehatan akibat karhutla disebut telah menjangkau lebih dari 850.614 jiwa yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

WALHI menilai karhutla merupakan persoalan ekologis yang berulang dan membutuhkan penanganan struktural. Organisasi lingkungan tersebut juga menolak anggapan bahwa kebakaran semata-mata disebabkan faktor alam seperti El Nino.

Pandangan mengenai penguatan pertanggungjawaban korporasi turut disampaikan Guru Besar Hukum Lingkungan Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Maret Priyanta, S.H., M.H.

Menurut Maret, prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability) perlu diterapkan secara efektif terhadap korporasi pemegang HGU maupun perizinan kehutanan yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran.

“Korporasi yang memegang HGU atau perizinan kehutanan sudah menyadari sepenuhnya risiko tinggi kebakaran di lahan mereka sejak awal beroperasi,” kata Maret.

Ia menilai kewajiban pemulihan lingkungan dapat diterapkan tanpa harus terlebih dahulu membuktikan siapa individu yang secara langsung menyalakan api, sepanjang unsur pertanggungjawaban berdasarkan ketentuan hukum terpenuhi.

Atas temuan tersebut, WALHI mendorong pemerintah Indonesia dan negara-negara ASEAN memperkuat penegakan hukum terhadap korporasi yang terbukti terlibat dalam karhutla.

WALHI juga meminta pemerintah Malaysia dan Singapura turut mengambil langkah hukum dan ekonomi terhadap perusahaan yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran di Indonesia, termasuk melalui mekanisme sertifikasi keberlanjutan yang relevan.

Selain itu, WALHI mendorong pengakuan ekosida sebagai bentuk kejahatan lingkungan dalam kerangka hukum internasional serta meminta pemerintah membuka data perusahaan yang terkait dengan karhutla kepada publik.

WALHI juga mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian ATR/BPN mengevaluasi perizinan perusahaan yang berulang kali mengalami kebakaran dan meninjau kembali konsesi yang berada di kawasan gambut berisiko tinggi.

WALHI menilai penyelesaian persoalan transboundary haze membutuhkan perubahan tata kelola sumber daya alam, termasuk penguatan pengawasan dan pertanggungjawaban korporasi tanpa melihat negara asal pemilik modal.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam