Inpopedia, TAKALAR — Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar Rapat Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kabupaten Takalar Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Kamis, 1 Oktober 2026.
Rakor tersebut menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan stunting melalui perencanaan dan pelaksanaan program yang lebih terpadu.
Kegiatan diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai perangkat daerah, kecamatan, puskesmas, serta unsur terkait lainnya. Sejumlah instansi yang terlibat antara lain Bapperida, Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial dan PMD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga perangkat daerah yang menangani bidang pangan, perikanan, peternakan, pekerjaan umum, komunikasi dan informasi serta pelayanan kesehatan.
Keterlibatan lintas sektor juga mencakup seluruh kecamatan di Kabupaten Takalar dan 17 puskesmas. Kolaborasi tersebut diperlukan karena penanganan stunting membutuhkan intervensi yang dilakukan secara bersama, baik melalui program yang bersifat spesifik maupun sensitif.
Dalam rakor, pemerintah daerah melakukan penguatan koordinasi dan sinkronisasi program sekaligus mengevaluasi pelaksanaan upaya percepatan penurunan stunting. Pembahasan diarahkan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program, memperkuat konvergensi intervensi di wilayah sasaran, serta menyusun langkah tindak lanjut dan pembagian peran antarinstansi.
Penguatan aksi konvergensi menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program penurunan stunting di daerah. Materi rapat mencantumkan enam tahapan aksi konvergensi dengan total bobot 100 yang berkontribusi sebesar 70 persen terhadap Nilai Kabupaten/Kota (NKK). Salah satu tahapan tersebut berkaitan dengan Pra Musrenbang sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah.
Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Takalar mendorong agar setiap perangkat daerah dapat menjalankan peran masing-masing secara terintegrasi. Sinkronisasi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi diharapkan dapat membuat intervensi penanganan stunting lebih tepat sasaran hingga tingkat kecamatan dan wilayah layanan masyarakat.
Rakor ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Takalar, dengan membangun kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan dan terarah.
















