pasang banner iklan 728x90
bo

Kolaborasi Himpunan Mahasiswa Ahmadiyah dan MUDA, Diskusi Buku 100 Tahun Ahmadiyah Rajut Solidaritas dan Nalar Kritis

banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia, Tangerang Selatan – Semangat merajut solidaritas dan memperkuat nalar kritis anak muda mewarnai diskusi dan bedah buku “Muslim Ahmadiyah dan Indonesia, 100 Tahun Keberagamaan dan Kerja Kemanusiaan” yang digelar pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul 15.30-17.30 WIB di Gerak Gerik Coffee, Ciputat.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara komunitas Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (MUDA) dan Himpunan Mahasiswa Ahmadiyah, yang menghadirkan ruang dialog terbuka bagi sekitar 30 peserta dari berbagai latar belakang komunitas di Tangsel, Ciputat, dan sekitarnya. Diskusi menghadirkan Achmad Fanani Rosyidi (Koordinator MUDA) dan Muhammad Ghifari Misbahuddin (Pemuda Ahmadiyah), dan Barqy Nafsin Kaida Nafsin Kaida (Pegiat kemanusiaan Yayasan Inklusif) sebagai narasumber, dipandu oleh Ibnu selaku Ketua Umum HMI Komfisip Ciputat, serta Dedy Ibmar sebagai penanggap sekaligus editor buku.

Forum ini dirancang bukan sekadar sebagai bedah buku, tetapi sebagai upaya membangun kesadaran kolektif di kalangan anak muda untuk membaca ulang sejarah, mengkritisi stigma, serta memperkuat solidaritas lintas komunitas dalam kerangka kebangsaan.

Anak Muda dan Penguatan Masyarakat Sipil

Dalam paparannya, Achmad Fanani Rosyidi menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen MUDA untuk menghadirkan gerakan anak muda yang lebih membumi dan berpihak pada penguatan masyarakat sipil.

Menurutnya, MUDA lahir pada 2024 dari kegelisahan atas praktik ketidakadilan politik dan kecenderungan gerakan anak muda yang elitis serta jauh dari persoalan akar rumput. Karena itu, MUDA berupaya membangun pendekatan gerakan yang berbasis pada sektoral gerakan rakyat dan kerja-kerja advokasi konkret.

Fanani juga menyinggung pengalamannya bersentuhan dengan komunitas Ahmadiyah sejak 2010 ketika mendampingi korban pelanggaran HAM. Ia melihat konsistensi perjuangan nirkekerasan Ahmadiyah sebagai nilai penting dalam demokrasi. Mengutip data dari SETARA Institute, ia menyebut masih adanya puluhan regulasi diskriminatif dan ratusan peristiwa kekerasan terhadap Ahmadiyah dalam dua dekade terakhir.

“Buku ini penting untuk anak muda, khususnya di Ciputat, agar tidak terjebak pada desas-desus dan stigma. Kita perlu membangun diskursus yang berbasis pengetahuan, bukan prasangka,” ujarnya.

100 Tahun Ahmadiyah dan Jejak Kebangsaan

Sementara itu, Muhammad Ghifari Misbahuddin menjelaskan bahwa buku tersebut diterbitkan dalam rangka memperingati 100 tahun Ahmadiyah di Indonesia. Ia menekankan bahwa buku ini merupakan antologi yang ditulis oleh tokoh-tokoh non-Ahmadiyah dengan beragam perspektif.

Ghifari memaparkan bahwa masuknya Ahmadiyah ke Indonesia pada 1920-an terjadi atas permintaan kalangan Pemuda Thawalib Sumatera, menjadikannya bagian dari dinamika intelektual Islam di Nusantara sejak awal. Pada 1930-an, Ahmadiyah juga disebut turut meletakkan fondasi awal penerjemahan Al-Qur’an ke Bahasa Indonesia, yang kemudian menginspirasi penerjemahan lebih luas di kemudian hari.

Ia juga menyinggung kedekatan historis Ahmadiyah dengan Presiden pertama RI, Soekarno, termasuk rekomendasi sejumlah lokasi masjid Ahmadiyah pada masa awal kemerdekaan.

Namun Ghifari tidak menutup mata terhadap dinamika politik yang dihadapi komunitasnya. Ia mengingatkan bahwa setelah keluarnya fatwa kedua MUI pada 2005, gelombang diskriminasi dan kekerasan meningkat, termasuk tragedi Cikeusik 2011 yang menewaskan tiga anggota Ahmadiyah.

“Kami tetap berpegang pada prinsip damai dan kerja kemanusiaan sebagai bagian dari kontribusi kami untuk Indonesia,” tegasnya.

Kolaborasi Mahasiswa Ahmadiyah dan MUDA

Adapun himpunan mahasiswa Ahmadiyah yang terlibat dalam kolaborasi ini adalah AMSA (Association of Muslim Student Ahmadiyya) dan AMSAW (Association of Muslim Student Ahmadiyya Women). Keduanya berkomitmen membangun ruang-ruang intelektual dan dialogis di kalangan mahasiswa untuk memperkuat literasi, solidaritas, serta kesadaran kebangsaan.

Melalui kolaborasi ini, AMSA, AMSAW, dan MUDA berharap diskusi-diskusi semacam ini dapat menjadi ruang aman bagi perjumpaan lintas pandangan, sekaligus memperkuat tradisi nalar kritis anak muda dalam merawat demokrasi dan kebinekaan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam