Inpopedia, Kota Bekasi – Studio Forum AsMEN menggelar briefing pagi soal teknik penulisan berita untuk peserta magang di kantor AsMEN, Jakasampurna, Kota Bekasi, Senin (10/8/2026).
Pimpinan redaksi Inpopedia.co.id, Moh Hatta Tahir memaparkan materi seputar struktur berita, penulisan judul, lead, hingga kutipan.
Briefing ini diikuti oleh seluruh anak magang yang tergabung dalam program PPL IAI Al Azis. Materi disampaikan secara langsung dengan sesi tanya jawab agar peserta lebih memahami penerapannya di lapangan.
Hatta menjelaskan bahwa struktur berita idealnya mengikuti pola piramida terbalik. Informasi paling penting harus ditempatkan di bagian awal, disusul penjelasan pendukung, hingga informasi pelengkap di bagian akhir.
“Bagian akhir yang kurang penting bisa dipotong kalau beritanya straight news,” kata Hatta.
Ia juga menekankan penggunaan kalimat aktif dalam penulisan judul berita agar lebih kuat dan tidak ambigu. Judul yang baik langsung menunjukkan subjek yang melakukan suatu tindakan, bukan kalimat pasif yang cenderung datar.
Soal lead, Hatta menyebut bagian ini harus mampu menjawab unsur why dan how dari sebuah peristiwa. Kutipan hasil wawancara narasumber dapat dimasukkan ke dalam lead untuk memperkuat isi berita.
Hatta turut membedakan kutipan langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung ditulis persis seperti ucapan narasumber dengan tanda kutip dua, sementara kutipan tidak langsung disampaikan ulang oleh wartawan tanpa mengubah substansi.
“Kutipan langsung itu fungsinya menjawab why dan how,” ujar Hatta.
Di akhir sesi, Hatta membagikan tips memanfaatkan AI untuk mempercepat proses penulisan. Setelah unsur utama berita seperti kutipan, waktu, tempat, dan 5W+1H terkumpul, data tersebut bisa diolah lewat AI seperti ChatGPT atau Gemini untuk menghasilkan draf berita yang rapi dan terstruktur.
Salah satu peserta magang, Titi, mengaku materi jurnalistik seperti ini belum begitu familier baginya sebagai mahasiswa Manajemen Dakwah. Ia menilai perlu banyak belajar dan lebih aktif dalam praktik menulis berita selama masa magang.
“Harus lebih pintar dari sebelumnya,” ujar Titi.
Titi menambahkan, PPL di AsMEN membantunya menambah wawasan sekaligus pengalaman langsung di bidang jurnalistik. Ia berharap setiap materi yang diberikan bisa langsung dipraktikkan hingga menghasilkan berita sesuai arahan mentor.
Materi ini disiapkan agar peserta magang lebih siap saat melakukan liputan langsung di lapangan. (Salbana)















