pasang banner iklan 728x90
bo

Sebut Wartawan Sirkus, Deddy Sitorus Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

banner 120x600
banner 468x60

Inpopedia, Jakarta – Polemik terkait hubungan antara pejabat publik dan insan pers kembali mencuat.

Setelah sebelumnya muncul kontroversi atas sejumlah pernyataan tokoh publik yang dinilai sebagian kalangan merendahkan profesi wartawan, kini sorotan mengarah kepada Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus.

Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menilai ucapan Deddy yang menyebut istilah “wartawan sirkus” dalam sebuah rapat kerja sebagai bentuk pernyataan yang merendahkan profesi jurnalis.

Penilaian tersebut memicu keberatan dari kalangan wartawan parlemen dan kembali mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi yang saling menghormati antara lembaga legislatif dan media sebagai dua pilar penting dalam kehidupan demokrasi.

Peristiwa itu terjadi dalam rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Saat sejumlah wartawan memasuki ruang rapat untuk melakukan peliputan, terlontar ucapan yang kemudian dipersepsikan KWP sebagai bentuk penghinaan terhadap profesi wartawan.

Menanggapi hal tersebut, KWP secara resmi menyampaikan keberatan dan meminta Deddy Sitorus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dalam waktu 1 x 24 jam. Apabila permintaan itu tidak dipenuhi, KWP menyatakan akan menempuh mekanisme etik dengan melaporkan persoalan tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Di sisi lain, Deddy Sitorus membantah bahwa ucapannya ditujukan kepada wartawan. Ia menjelaskan bahwa istilah “sirkus” yang diucapkannya merujuk pada situasi ruang rapat yang menurutnya menjadi semrawut karena banyaknya orang yang berada di dalam ruangan, bukan untuk mendiskreditkan profesi jurnalis.

Deddy juga menyatakan menghormati mekanisme yang berlaku dan siap menghadapi proses apabila persoalan tersebut dibawa ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

Terlepas dari perbedaan penafsiran atas pernyataan tersebut, pengamat komunikasi publik menilai peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap pejabat negara perlu berhati-hati dalam memilih diksi, terutama saat berbicara di ruang publik yang disaksikan media dan masyarakat luas. Sebaliknya, insan pers juga memiliki tanggung jawab untuk menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Dalam sistem demokrasi, DPR menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, sedangkan pers menjalankan fungsi kontrol sosial, penyebaran informasi, pendidikan publik, serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Hubungan keduanya idealnya dibangun atas dasar saling menghormati independensi dan peran masing-masing demi menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik.

Penyelesaian melalui dialog, klarifikasi, maupun mekanisme etik dinilai menjadi langkah yang paling konstruktif agar polemik ini tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang berpotensi mengganggu hubungan kemitraan antara parlemen dan insan pers. Dengan demikian, substansi persoalan dapat diselesaikan secara proporsional tanpa mengurangi penghormatan terhadap kebebasan pers maupun marwah lembaga legislatif.

Sumber Foto : Indopolitika

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam