Inpopedia.co.id, Jakarta, 23 September 2026 — Bagaimana jika suara dari handy talkie (HT) tiba-tiba membisikkan sesuatu yang membuat Anda meragukan orang terdekat?
Inilah teror yang ditawarkan Hasut, film horor-misteri produksi Tuta Films yang memilih meninggalkan formula horor dengan penampakan. Film debut sutradara Ilya Sigma tersebut justru menjadikan suara misterius sebagai senjata utama untuk meneror empat sahabat di tengah hutan.
Hasut dijadwalkan menghantui bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Bukan sosok menyeramkan yang tiba-tiba muncul dari kegelapan. Teror dalam film ini datang melalui suara-suara misterius yang terdengar dari HT. Perlahan, suara tersebut membajak komunikasi keempat sahabat dan mulai mengacak-acak rasa percaya mereka.
Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova menjadi empat pemeran yang harus menghadapi situasi tersebut. Mereka bukan hanya berhadapan dengan sesuatu yang tidak diketahui, tetapi juga dengan kecurigaan terhadap satu sama lain.
Pertanyaannya kemudian menjadi semakin mengganggu: siapa sebenarnya yang berada di balik suara tersebut?
Lebih jauh lagi, siapa yang masih bisa dipercaya?
Dua pertanyaan itu menjadi pintu masuk utama Hasut. Suara misterius yang awalnya hanya terdengar melalui HT perlahan berubah menjadi hasutan yang memengaruhi pikiran dan tindakan para karakter.
Keempat sahabat tersebut datang ke tengah hutan dengan membawa luka serta trauma masa lalu. Situasi semakin tidak terkendali ketika suara-suara itu membuat mereka saling tidak percaya hingga berpotensi melukai satu sama lain.
Ilya Sigma mengatakan, kekuatan Hasut terletak pada permainan antara rasa curiga dan kepercayaan.
“Film Hasut berbicara tentang sebuah rasa curiga dan kepercayaan. Dengan elemen suara yang menjadi kekuatan film ini, Hasut menjadi horor yang datang bukan dari makhluk yang tak terlihat, tapi dari keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat,” ujar Ilya Sigma.
Menariknya, konsep tersebut membuat para pemain harus mengandalkan kekuatan akting untuk menciptakan teror. Rachel Amanda mengungkapkan bahwa proses syuting berlangsung sepenuhnya di hutan dengan hanya empat aktor.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena atmosfer horor psikologis harus dibangun melalui interaksi antarpemain dan suara-suara misterius.
“Menonton film Hasut akan membawa kita pada sebuah perasaan tegang, terteror secara psikologis, dan refleksi tentang sebuah relasi terhadap orang terdekat kita,” ujar Rachel Amanda.
Bagi Rachel, keberadaan hutan juga menjadi bagian penting dalam membuka sisi lain para karakter.
“Dan berada di hutan, alam, membuat kita bisa terbuka sisi-sisi yang mungkin selama ini kita tutupi, dan memperlihatkan tentang apakah kita adalah orang yang selama ini menghasut, atau yang dihasut?” lanjutnya.
Sementara itu, Karina Salim mengungkapkan bahwa salah satu adegan paling emosional dalam film terjadi bersama Rachel Amanda. Keduanya memerankan kakak-adik yang sama-sama menyimpan trauma masa lalu.
“Buat aku salah satu adegan paling emosional adalah saat bersama Rachel Amanda, yang cukup menguras emosi. Karena kami berdua di sini adalah kakak-adik, yang memiliki trauma di masa lalu, dan di hutan inilah, keduanya mencoba membicarakannya untuk pertama kalinya,” ujar Karina.
Menurut Karina, luka masa lalu yang dimiliki kedua karakter tersebut menjadi salah satu aspek yang membuat kisah mereka terasa dekat dengan banyak orang.
Di sisi lain, produser Siera Tamihardja menyebut Hasut sebagai pengalaman yang dapat membuat penonton mempertanyakan kembali hal-hal yang selama ini mereka yakini.
“Setelah menonton film Hasut, akan membuat penonton mempertanyakan hal-hal yang selama ini kita kira sudah kita yakini. Seperti perjalanan empat karakter sahabat di film ini, penonton akan terus dihadapkan pada situasi yang membuat mereka bertanya, siapa yang sebenarnya bisa dipercaya?” ujar Siera.
Film ini bermula dari perjalanan empat orang ke tengah hutan untuk menjalani ritual penyembuhan. Namun, perjalanan mencari kedamaian tersebut berubah menjadi misteri ketika suara-suara hasutan mulai muncul.
Ketakutan, kecurigaan, dan luka lama kemudian membuat mereka semakin sulit membedakan kenyataan dengan apa yang hanya ada dalam pikiran.
Hutan menjadi ruang tempat batas kepercayaan mereka diuji. Setiap suara dapat menjadi petunjuk, ancaman, atau bahkan kebohongan.
Dengan konsep tersebut, Hasut mencoba menghadirkan pertanyaan yang lebih mengusik daripada sekadar siapa sosok di balik teror.
Ketika semua orang terlihat bisa dipercaya, tetapi suara yang terdengar justru mengatakan sebaliknya, siapa yang akan Anda percaya?
Hasut akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Informasi terbaru film ini tersedia melalui akun Instagram @filmhasut dan @tutafilms. (RZ)















