Inpopedia, KOTA BEKASI, 1 September 2026 — Suasana penuh kehangatan dan doa mewarnai penyambutan AKP Dr.H. Wahyudi, S.H., M.H. sebagai Kapolsek Pondokgede, Kota Bekasi. Sebanyak 40 anak yatim dan dhu’afa binaan Yayasan Rindang Indonesia hadir di Mapolsek Pondokgede, Selasa (1/9/2026), untuk mengikuti doa bersama sekaligus memberikan dukungan moril atas amanah baru yang diemban sang Kapolsek.
Kehadiran anak-anak yatim dan dhu’afa tersebut menjadi momen istimewa. Di tengah pergantian kepemimpinan, doa dari anak-anak yang menjadi bagian dari binaan Yayasan Rindang Indonesia diharapkan menjadi pengiring langkah AKP Wahyudi dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Pondokgede.
Dalam sambutannya, Kapolsek Pondokgede AKP Wahyudi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran anak-anak yatim dan dhu’afa serta jajaran Yayasan Rindang Indonesia.
“Terima kasih atas kehadiran anak-anak yatim dan dhu’afa dari Yayasan Rindang Indonesia. Mari kita senantiasa bersyukur, karena dengan bersyukur insya Allah nikmat kita akan ditambah oleh Allah SWT,” tuturnya.
Kapolsek juga memohon doa agar dirinya bersama seluruh jajaran Polsek Pondokgede diberikan kemudahan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan amanah dan tugas pengabdian kepada masyarakat.
“Mohon doanya agar saya bersama jajaran dapat melaksanakan tugas dengan baik, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan senantiasa diberikan perlindungan serta kemudahan oleh Allah SWT,” ujarnya.
Sementara itu, Ust. Kosasih, Wakil Ketua Yayasan Rindang Indonesia, mengajak seluruh anak yatim, dhu’afa, dan undangan yang hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi Kapolsek Pondokgede yang baru.
Ust. Kosasih juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia kepada AKP Wahyudi sebagai bentuk dukungan dan silaturahmi dalam membangun sinergi antara kepolisian dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Kosasih menjelaskan bahwa Yayasan Rindang Indonesia tidak hanya memberikan pendampingan sosial kepada anak-anak yatim dan dhu’afa, tetapi juga berupaya membangun generasi yang memiliki karakter kuat melalui konsep “3 Is” — Agamais, Nasionalis, dan Berjiwa Wirausaha dan Bisnis.
“Harapan kami, anak-anak ini kelak tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Ada yang menjadi ustadz, ada yang menjadi pejabat, ada pula yang menjadi pebisnis. Apa pun profesinya, mereka harus tetap memiliki nilai agama, cinta tanah air, dan jiwa kemandirian,” jelas Ust. Kosasih.
Konsep tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Yayasan Rindang Indonesia dalam mempersiapkan anak-anak binaannya agar tidak hanya tumbuh secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak, rasa cinta terhadap bangsa, serta kemampuan untuk mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk AKP Wahyudi beserta jajaran Polsek Pondokgede, Yayasan Rindang Indonesia, para donatur, serta seluruh anak yatim dan dhu’afa.
Suasana semakin hangat ketika acara dilanjutkan dengan pemberian santunan dan bingkisan kepada 40 anak yatim dan dhu’afa binaan Yayasan Rindang Indonesia.
Momentum tersebut menjadi simbol bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang membangun kepedulian, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Doa anak-anak yatim hari itu menjadi awal yang penuh harapan bagi AKP Wahyudi dalam mengemban amanah sebagai Kapolsek Pondokgede — menjaga, melayani, dan mengabdi untuk masyarakat.















