Inpopedia, DEPOK — Yayasan Peduli Insan Mulia (YPIM) menggelar pelatihan memasak bagi para ibu tunggal yang memiliki anak yatim sebagai bagian dari rangkaian program Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Bungur Raya, Tanah Baru, Depok, Minggu (30/8/2026).
Pelatihan ini tidak hanya diarahkan untuk memberikan keterampilan memasak, tetapi juga menjadi langkah awal YPIM dalam mendorong kemandirian dan peningkatan ekonomi keluarga para ibu tunggal.
Sebanyak 21 orang mengikuti kegiatan tersebut, termasuk sembilan anak yatim. Para peserta mendapatkan kesempatan mengikuti praktik memasak secara langsung. Anak-anak yatim yang hadir juga tampak antusias dan ikut terlibat dalam kegiatan praktik.
Pengurus YPIM sekaligus panitia pelaksana, Martono (55), mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum untuk memaknai kemerdekaan melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan ekonomi.
“Tujuan diselenggarakannya pelatihan ini agar para ibu bisa berdikari dan mandiri. Harapannya, melalui pelatihan memasak yang perdana ini, para ibu tunggal memiliki kompetensi sehingga dapat mendongkrak ekonomi keluarga dan membuka usaha,” ujar Martono.
Menurutnya, pelatihan memasak tersebut merupakan program perdana yang nantinya akan dikembangkan dengan berbagai pelatihan keterampilan lainnya. YPIM berencana menyelenggarakan pelatihan digital marketing, barista kopi, serta keterampilan lain yang dinilai dapat mendukung kemampuan ekonomi para penerima manfaat.
“Ini merupakan pelatihan memasak yang perdana. Berikutnya kami juga akan membuat pelatihan digital marketing, pelatihan kopi barista dan sebagainya,” katanya.
Selain pelatihan, YPIM juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim serta bantuan permodalan kepada para ibu tunggal. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus bagi penerima manfaat untuk mulai mengembangkan kegiatan usaha secara mandiri.
Salah seorang peserta, Mustafa (52), warga Tanah Baru, Depok, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap program pemberdayaan yang dilakukan YPIM dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga bermanfaat. Harapannya program ini bisa langgeng dan berkelanjutan, semoga sukses. Kami juga berharap ke depannya bisa dibantu berupa bantuan permodalan,” ujar Mustafa.
Hal senada disampaikan Sulis (51), peserta lainnya yang juga tinggal di Tanah Baru, Depok. Ia mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut dan berharap YPIM dapat terus mengembangkan program pelatihan serupa.
“Senang, semoga berkah. Untuk yayasannya semoga berkelanjutan dalam membuat program pelatihan memasak ini,” kata Sulis.
Martono juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur YPIM yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada para donatur Yayasan Peduli Insan Mulia yang telah membantu dan memberikan support sehingga acara ini bisa terselenggara,” ujarnya.
Melalui program tersebut, YPIM berharap pemberian bantuan tidak berhenti pada santunan, tetapi berkembang menjadi pemberdayaan yang memberikan keterampilan dan peluang ekonomi bagi penerima manfaat. Pelatihan keterampilan dan bantuan permodalan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para ibu tunggal untuk membangun usaha serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarganya.















